DEPAN » Bantul » Berita Pilihan » 40 KM Jalan Rusak, Diperbaiki 14 KM

40 KM Jalan Rusak, Diperbaiki 14 KM

| | Dilihat: 2709 Kali

BANTUL—Keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama untuk mewujudkan jalan di seluruh Kabupaten Bantul beraspal mulus. Dari 40 kilometer panjang total jalan yang rusak, baru sekitar 14 kilometer yang akan diperbaiki di tahun ini.

Data yang dihimpun dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bantul, Kamis (26/1), dari 665 kilometer jalan yang sudah beraspal, 40 kilometer di antaranya rusak karena aspal mengelupas maupun berlubang. Adapun jalan yang belum beraspal masih sekitar 235 kilometer panjang totalnya.

Kepala Bidang Jalan DPU Bantul Yudho Wibowo membenarkan jika keterbatasan anggaran masih menjadi kendala.

“Di samping itu, jalan yang rusak pada umumnya memiliki kontur tanah yang labil dan sering dilalui muatan berat,” terang Yudho, Kamis (26/1). Kondisi itu kian diperparah oleh tingginya intensitas hujan sejak akhir 2011 lalu.

Mengenai rencana perbaikan jalan rusak tahun ini, Yudo mengungkapkan, dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Dari DAK, DPU Bantul mendapat kucuran Rp6,4 miliar untuk perbaikan jalan sepanjang 5,7 kilometer yang terbagi di lima titik.

Yaitu, di jalur Wonolelo, Pleret – Piyungan, jalur Gedungkuning – Wonocatur, Kajor – Kedungjati Imogiri, Wojo – Barongan, dan Kuwiran – Pajangan.

Adapun dari DAU, DPU Bantul digelontor dana Rp9 miliar untuk perbaikan jalan sepanjang delapan kilometer di delapan titik.

Yakni, di jalur Bejen – Manding, Bangunjiwo – Metes, Triwidadi –Meter ,Nglebang – Banyudadap, Sendangwesi – Malayan, Dlingo, Plumbon – Karangbendo, Banguntapan, Krebet –Pentung, dan Mojolulo – Kedungmiri, Imogiri.

Di samping itu, tahun ini DPU juga menganggarkan Rp700 juta untuk pengadaan aspal stimulan bagi warga yang hendak membangun jalan swadaya.

Hingga kini, jumlah proposal yang mengajukan bantuan aspal stimulan mencapai 189 buah. Ada di antara proposal itu yang telah diajukan sejak 2008 silam. “Karena aspal terbatas, kami juga terapkan skala prioritas,” pungkas Yudho. (HARIAN JOGJA/Dinda Leo Listy)

Dalam Bantul,Berita Pilihan | Tags

Berita Terkait Kategori


Tinggalkan Pesan

    Syarat dan Ketentuan:
  1. Tulisan singkat, padat, Sopan
  2. Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  3. Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.

Komentar Terakhir

  • Netral: Saya setuju,mestinya perusahaan yg sdh niat beroperasional pasti pny budget wages/gaji.Kenapa terlalu kecil...
  • Don Banunaek: kondisi terjadi karena sekarang ini sudah alam negara moderen NKRI .
  • sragen: Pak untung semoga kebenaran akan memihak pada bapak, karena kami dan teman2 semua yakin kalo bapak tidak...
  • fithria: perekrutan baru akan d laksanakan september besok, apa syarat2 kelengkapan administrasinya bisa d masukkan...
  • gibran: Pak Kiat gak usah putus asa, ini ujian untuk Mobnas, tetap bantu Pak Jokowi untuk mewujudkan Mobil Nasional....