DEPAN » Pergelaran » PENTAS WAYANG ORANG Brajadenta Mbalela: Terbujuk Rayuan Gila

PENTAS WAYANG ORANG Brajadenta Mbalela: Terbujuk Rayuan Gila

| | Dilihat: 2346 Kali

Baca Juga:

WAYANG ORANG - Salah satu adegan wayang orang dengan lakon Lesmono lahir yang dipentaskan di Gedung wayang orang Sriwedari, Jumat (27/1/2012) malam. (Espos/ Sunaryo haryo Bayu)

Kekuasaan memang sering bikin gelap mata. Kekuasaan pun bisa menutup hati nurani manusia. Tak peduli kawan atau lawan, semua dibabat habis untuk mendapatkan singgasana.

Fenomena itu terekam dalam pentas wayang orang di Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari, Jumat (27/1/2012) malam. Mengusung lakon Brajadenta Mbalela, seniman wayang orang Sriwedari seolah ingin mengkritisi pejabat yang gila kekuasaan. “Inilah gambaran pemerintahan sekarang. Semua saling berebut kuasa. Provokator ada di mana-mana,” ucap sang sutradara, Diwasa, saat ditemui Solopos.com, di sela-sela pentas.

Brajadenta Mbalela yang berdurari 120 menit berkisah tentang kisruh di negeri Pringgodani. Prabu Brajadenta yang notabene paman Gatotkaca, berencana menggulingkan saudaranya itu dari tampuk Pringgodani. Niat Brajadenta semakin menjadi akibat bisikan Sengkuni. “Di balik penguasa korup, pasti ada pihak ketiga yang memanfaatkan suasana. Para Sengkuni inilah teror sebenarnya,” lanjut dia.

Berbeda dengan pentas rutin sebelumnya, malam itu GWO Sriwedari dipadati ratusan stakeholder pariwisata Kota Solo. Mereka diundang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo untuk menyaksikan salah satu warisan budaya itu.

Dipaparkan Wakil Ketua PHRI Solo, Abdullah Soewarno, kegiatan itu digelar untuk silaturahmi pegiat pariwisata Kota Bengawan. Pihaknya memilih nanggap wayang orang agar stakeholder pariwisata semakin tahu dan nguri-uri budaya tradisi. “Harapannya, acara ini bisa memancing hotel-hotel untuk nanggap wayang orang sebagai paket wisata,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Solo, Widdi Srihanto, yang turut menyaksikan acara, mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan PHRI Solo. “Kami sangat apresiatif dengan langkah yang dilakukan PHRI. Untuk membesarkan kesenian wayang orang, pemerintah memang tak bisa sendiri. Semua pihak harus berperan.”

(Chrisna Chanis Cara)

Dalam Pergelaran | Tags ,, ,

Berita Terkait Kategori


Tinggalkan Pesan

    Syarat dan Ketentuan:
  1. Tulisan singkat, padat, Sopan
  2. Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  3. Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.

Komentar Terakhir

  • Netral: Saya setuju,mestinya perusahaan yg sdh niat beroperasional pasti pny budget wages/gaji.Kenapa terlalu kecil...
  • Don Banunaek: kondisi terjadi karena sekarang ini sudah alam negara moderen NKRI .
  • sragen: Pak untung semoga kebenaran akan memihak pada bapak, karena kami dan teman2 semua yakin kalo bapak tidak...
  • fithria: perekrutan baru akan d laksanakan september besok, apa syarat2 kelengkapan administrasinya bisa d masukkan...
  • gibran: Pak Kiat gak usah putus asa, ini ujian untuk Mobnas, tetap bantu Pak Jokowi untuk mewujudkan Mobil Nasional....