Dana BOS tidak cukup

JOGJA: Jumlah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berasal dari pemerintah pusat dan provinsi DIY tidak memenuhi biaya pendidikan minimal.

Pemerintah kabupaten atau kota di DIY diminta memenuhi kekurangan tersebut. Pemetaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY, biaya pendidikan minimal SD sebesar Rp600.000 per siswa per tahun dan biaya SMP Rp1 juta – Rp1,2 juta per siswa per tahun.

Dana BOS jenjang SD dari pusat sebesar Rp400.000 per siswa pertahun dan BOS provinsi DIY sebesar Rp100.000 per siswa pertahun, sehingga total alokasi Rp500.000 per siswa pertahun. Sehingga bila dibanding kebutuhan pembiayaan minimal Rp600.000, dana yang tersedia kurang Rp100.000.

Adapun dana BOS jenjang SMP dari pusat sebesar Rp575.000 bagi kota dan Rp570.000 bagi kabupaten per siswa pertahun dan dana BOS provinsi Rp150.000 per siswa per tahun. Kebutuhan minimal jenjang SMP Rp1 juta – Rp1,2 juta per siswa per tahun, sehingga dana yang tersedia dibanding kebutuhan minimal ada kekurangan berkisar Rp180.000.

“Kami berharap kekurangan itu bisa dipenuhi kabupaten,” kata Edi Wahyudi, Kasi Perencanaan Dikpora DIY, Selasa (29/12).

Dikpora DIY pada APBD 2010 mengusulkan dana BOS provinsi jenjang SD sebesar Rp38,6 miliar dan SMP Rp19,5 miliar. Adapun jumlah siswa penerima BOS provinsi DIY itu 296.608 siswa jenjang SD dan 130.239 siswa jenjang SMP.

Sedianya dana BOS provinsi dicairkan bersamaan dengan honor GTT/PTT. Hanya saja sampai sekarang panitia anggaran DPRD Provinsi DIY masih melakukan pembahasan kemungkinan BOS provinsi cair bersamaan dengan honor.

Singgih Raharjo, koordinator BOS pusat di Dikpora DIY menguraikan daftar isian penggunaan anggaran BOS pusat belum turun. Sedianya alokasi anggaran pusat itu turun 3 Januari mendatang. “Tapi jumlah penerima tidak banyak mengalami perubahan,” katanya.

Edi menguraikan, pencairan berbarengan itu memiliki kelebihan, bila siswa banyak dan GTT/PTT sedikit maka honor yang diterima guru bisa lebih dari Rp100.000 setiap bulan. Kelemahan bila siswa sedikit dan GTT/PTT banyak honor yang diterima guru tersebut bisa kurang dari Rp100.000 setiap bulan.

“Kami berharap BOS bisa disetujui, sedangkan sistem GTT/PTT diserahkan pada pembahasan,” katanya.

Suyamsih, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman secara terpisah mengaku sudah mengalokasikan dana BOS dari dana APBD Kabupaten Sleman. Besaran dana Sleman bagi jenjang SD sebesar Rp103.300 dan jenjang SMP sebesar Rp230.000.

“Itu untuk memenuhi kebutuhan minimal lho,” kata dia. Suyamsih menambahkan, kebutuhan biaya pendidikan di Sleman jenjang SD Rp600.000 per siswa per tahun dan SMP Rp1 juta per siswa per tahun. “Itu mendukung pendidikan dasar minimal 12 tahun.”

Oleh Miftahul Ulum
HARIAN JOGJA

Editor: | dalam: Kota Jogja |

Berita Terkait

Iklan Baris
  • Ahli sumur

    AHLI SUMUR/ SEDOT WC, SUKADI, NGLIPAR, HUBUNGI. 081 804 060 050…

  • Mitra Tekhnik

    MITRA TEKHNIK, melayani perbaikan alat rumah tangga dan jual beli elektronik, 08770958010…

  • Pengobatan Alternatif

    ALTERNATIF NUR KHALIFAH, Pengobatan alternatif R.Bayu Segoro,0878 3819 2424/ 0838 6960 927…

  • Bengkel RPM Handayani

    BENGKEL RPM HANDAYANI,melayani PRESS BODY, dengan mesin pres, selatan terminal lama,baleha…

  • Dicari karyawan dan sopir

    Dicari karyawan& Sopir laki laki untuk kirim barang (helper) Hubungi: mutiara jl. Dr…

  • Terima kos putri Sakura

    Terima kos putri Sakura. Fasilitas: 3,5×4 AC,bedcover,meja,kamar mandi dalam. Harga m…

  • Pijat urat kejepit

    Tukang Pijat Urat Kejepit Kesleo Sakit Pinggang & Kesemutan. Pak Joko Bisa Dipanggil.

  • kos putra

    Kos Putra 2juta/tahun/NEGO Tempat Strategis Hubungi:0274-2612916/085643267282…

  • NSC Finance

    Dana super cepat!! NSC Finance taksiran tinggi,angsuran murah,cair hari ini.Aman: Adit 085…

  • Salon Shinta

    Salon SHINTA, Melayani rias pengantin,dan lain lain alamat.Jl raya-semanu, baleharjo,Wonos…

Menarik Juga ยป