Layanan SMS informasi harga lada diluncurkan

JAKARTA: International Pepper Community resmi meluncurkan sistem penyebaran informasi harga lada melalui short messaging service (SMS) – pesan singkat dalam bentuk teks – kepada petani dan pedagang lokal untuk menjamin akses terhadap harga wajar.

Gusmardi Bustami, Ketua International Pepper Community (IPC) yang juga Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan mengatakan petani harus selalu memperoleh informasi referensi harga terkini agar tidak dirugikan saat menjual komoditasnya. (foto: Kemendag)

“Indonesia punya kepentingan menyampaikan harga terkini kepada petani agar mereka mengetahui harga wajar dan layak,” katanya hari ini.

Saat ini Indonesia merupakan negara produsen lada terbesar kedua di dunia dengan jumlah petani mencapai 328.060 orang pada 2010 yang tersebar di Lampung, Bangka, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Kalimantan dan Sulawesi.

IPC menginformasikan harga lokal lada hitam dan lada putih di sejumlah wilayah a.l. Lampung dan Bangka (Indonesia), Cochin India, Ho Chi Minh City (Vietnam) dan Serawak (Malaysia).

Harga harian dikumpulkan organisasi melalui jaringan di negara-negara anggota meliputi Brasil, India, Indonesia, Malaysia, Sri Lanka, dan Vietnam dalam mata uang negara masing-masing.

“Informasi harga terlebih dulu dikonversikan ke AS berdasarkan kurs tengah bank sentral negara masing-masing. Selanjutnya dengan menggunakan kurs tengah BI, harga itu dikonversikan ke rupiah untuk kemudian disebarkan melalui SMS,” ujarnya.

Menurut S.Kannan, direktur eksekutif IPC, untuk tahap awal pihaknya mengirimkan informasi referensi harga lada kepada 100 petani dan pedagang lokal se-Indonesia secara berkala per mingguan.

“Petani dan pedagang lokal yang ingin mendapatkan layanan ini dapat menyampaikan permohonan kepada IPC. Bagi pemohon komersial akan dikenakan biaya untuk per SMS, sedangkan khusus petani gratis,” ujarnya.

Berdasarkan referensi harga lada periode 24-28 Januari 2011, lada hitam di Lampung mencapai Rp38.250 per kg, di India Rp42.350 per kg, di Vietnam Rp41.200 per kg. Adapun harga lada putih di Bangka mencapai Rp62.000 per kg, di Sarawak Rp57.750 per kg, di Vietnam Rp56.800 per kg. (Harian Jogja/Anggi Oktarinda)

Editor: | dalam: Ekonomi |

Berita Terkait

Iklan Baris
  • Dicari karyawan toko

    Dicari karyawati toko&karyawan gudang di toko kartika muda Jogja Solo km 10.5 Telpon.

  • Tenaga untuk depo air minum

    Cari Laki laki Yang Mau Kerja Untuk Di DEPO AIR MINUM TREASURE. Gaji Minimal 1,1juta. Kiri…

  • Butuh kapster

    Dibutuhkan segera Kapster Pria Untuk Barbershop langsung kerja, tidur dalam, Syarat: Pria,…

  • Ayu spa

    Ayu SPA Jalan kaliurang KM 8 Fasilitas Air Hangat, Bath Up, AC,20 Therapis Muda Bebas Pili…

  • Kinanti spa

    Kinanti Spa, Ladies&Gent Dengan Terapis Yang Ramah &Profesional Jl.Candi Sambisa…

  • ahli sumur bor

    Ahli smr bor tembus batu suntik sedot wc servis pompa. Air 0274786l223 concat 74l2459 magu…

  • Butuh 5 wanita

    Dicari: 5 Wanita usia 17-35tahun,SMP/SMA,Penampilan Bersih,Fotocopy KTP Ijazah,Foto.Bisa T…

  • Dibutuhkan tenaga untuk laundry

    Dibutuhkan Tenaga Untuk Laundry: Putri Muslim,Jujur Rajin.Datang Dengan Membawa KTP,Pas Fo…

  • servis

    “Dilarang Bayar Jika AC Belum Dingin” Pusat Service AC Ruang Anda. Info: www.m…

  • Dewana Trans

    DEWANA TRANS: Avanza+Driver 200ribu. Terima Order Dalam/Luar Kota& Citytour Harga Neg…

Menarik Juga ยป