Beras pun Bisa Jadi Pembasmi Hama

Anggota Kelompok Tani Manunggal Karya tengah membuat obat pembasmi hama dari beras, Selasa (3/1) (HARIAN JOGJA/NINA ATMASARI)Anggota Kelompok Tani Manunggal Karya tengah membuat obat pembasmi hama dari beras, Selasa (3/1) (HARIAN JOGJA/NINA ATMASARI)

Upaya petani padi di Kecamatan Nanggulan untuk beralih dari pupuk kimia ke pupuk organik terus dilakukan. Kelompok Tani (Klomtan) Manunggal Karya, Dusun Klajoran, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, baru-baru ini mulai membuat obat pembasmi hama berbahan dasar beras.

Pembasmi hama itu dinamakan jamur buveria bassiana karena dalam pembuatannya menggunakan bahan campuran jamur buveria bassiana. Uji coba yang telah dilakukan setahun terakhir terbukti, jamur tersebut bisa membasmi hama wereng coklat, walang sangit, penggerek batang (sundep) dan kutu aphis.

Ketua Klomtan Manunggal Karya, Sudarto, menjelaskan jamur buveria bassiana dibuat menggunakan beras berkualitas rendah. “Kami biasanya menggunakan beras raskin yang lebih murah,” katanya, kepada Harian Jogja belum lama ini.

Satu kali pembuatan, mereka biasa menggunakan lima kilogram beras. Beras dicuci bersih kemudian dikukus selama 10 menit. Beras ditunggu hingga dingin, untuk dibungkus dengan ukuran 100 gram dalam plastik rapat dan beras dipadatkan. Bungkusan plastik ini kemudian dikukus selama dua jam.

Pada bungkusan beras padat ini, kemudian ditambah jamur buveria bassiana. Jamur ini telah berada dalam beras padat serupa, yang dibeli dari BPTP DIY. Dalam satu bungkus beras yang dibuat petani, dimasukkan jamur sebesar ruas jari kelingking. Saat memasukkan jamur ini, tempat harus steril sehingga mereka menggunakan semacam inkubator.

“Setelah diberi jamur, tinggal menunggu satu sampai dua minggu hingga menjadi jamur buveria bassiana. Setelah beras padat penuh, jamur menyerupai tempe baru bisa dipergunakan untuk membasmi hama,” jelasnya.

Penggunaan jamur buveria bassiana dilakukan dnegan mencampur satu bungkus jamur tersebut dalam 50 liter air. Jamur dicampur aduk hingga air memutih, kemudian larutan disaring menggunakan kain agar sisa-sisa beras terbuang. Sebagai pelekat agar air ini melekat pada tanaman, ditambahkan tiga sendok gula pasir.

Campuran ini kemudian disemprotkan pada tanaman padi saat masih di persemaian. Obat ini bersifat membunuh hama yang mengganggu tanaman, namun ramah terhadap hewan lain seperti capung, katak, laba-laba dan kumbang.

Jamur ini telah diedarkan untuk petani di wilayah Nanggulan. “Dengan jamur ini, kami bisa menghindari penggunaan pestisida sehingga beras kami menjadi beras ramah lingkungan,”pungkas Sudarto.(Wartawan Harian Jogja/Nina Atmasari)

Editor: | dalam: Kulon Progo |
Iklan Baris
  • Kijang LGX

    Kijang LGX 97 Biru AB Kota Pajak Panjang Languns Pemilik. H:087739216357…

  • grand livina, juke, march

    Mobil Baru, Grand Livina XV 183 jutaan, Juke, March, Serena. Hubungi: 0852.9256.4723 / BB.

  • kredit jaminan BPKB

    Kredit Jaminan BPKB Motor/Mobil Cukup KTP,KK,1 Jam Cair No Bicek No Survey Pendatang Ok Sm…

  • CV Mitra Mandiri Grup

    Daftrkn Diri Anda Sekarang Juga! CV. Mitra Mandiri Group membuka lowongan: 1.SPG(Wanita/Pr…

  • dibutuhkan karyawan kantor

    Dibutuhkan Karyawan Kantor,Pria/Wanita Usia max 23Tahun,Siap Kerja Lapangan, Minimal SMA/S…

  • Dibeli rumah

    Dibeli rumah:yang mau dilelang bank/turun waris/pemiliknya mau cerai 0274.7155840/08783966…

  • spesialis sumur bor

    Spesialis Sumur Bor 0-100M, Timba, Peresapan dan Service Pompa. Hubungi: PAK ARI 087839448…

  • tanah disewakan

    Tanah 330M Lokasi Bugisan Prambanan. Hubungi: 087739216357/085743512456…

  • terima kos putri

    Terima Kos Putri/Karyawati 200ribu/bulan. No HP. 081931199727…

  • ahli sumur bor

    AHLI SUMUR/ SEDOT WC, SUKADI, NGLIPAR, HUB. 081 804 060 050…

Menarik Juga »