WISATA SEJARAH
Menengok Peninggalan Mataram Hindu di Cepogo, Boyolali

BERSEJARAH -- Batu-batu bertumpuk yang diyakini merupakan bagian situs peninggalan masa Mataram Hindu ini menarik dikunjungi sebagai objek wisata sejarah, meski patut disayangkan situs ini kurang terpelihara dan mendapat perhatian dari pihak berwenang. (JIBI/SOLOPOS/Farida Trisnaningtyas)BERSEJARAH -- Batu-batu bertumpuk yang diyakini merupakan bagian situs peninggalan masa Mataram Hindu ini menarik dikunjungi sebagai objek wisata sejarah, meski patut disayangkan situs ini kurang terpelihara dan mendapat perhatian dari pihak berwenang. (JIBI/SOLOPOS/Farida Trisnaningtyas)

Di Dukuh Bakulan, Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, Boyolali, ada daya tarik yang patut disambangi. Ada peninggalan kuno berupa batu tumpuk yang berjumlah sekitar sembilan buah yang terdapat di lahan milik warga. Kini batu-batu itu disatukan di dalam kompleks pesanggrahan Siti Maryam, tokoh masyarakat setempat.

Konon, batu-batu itu sendiri yang secara gaib memberi isyarat minta dipindahkan ke dalam kompleks petilasan. Uniknya, batu tumpuk itu berada pada posisi tegak berdiri. Padahal kondisinya miring dengan bentuk batu di atas lebih besar dari yang untuk tumpuan.

“Ditemukan warga sudah begitu adanya. Sejak sekitar puluhan tahun lalu tidak berubah. Baik cuaca hujan ataupun panas tidak merubah posisinya,” papar warga setempat, Aliman saat ditemui Espos di Dukun Bakulan, Desa Jelok, Kecamatan Cepogo. Di antara batu-batu tumpuk itu ada sebuah patung lembu tidur yang dianggap sebagai peninggalan sejarah. Patung itu teronggok di bawah pohon besar yang dipercaya sebagai punden oleh warga setempat.

Gito, generasi ke delapan juru kunci pesanggrahan itu mengaku tidak mengetahui asal muasal patung dan sejumlah susunan batu. Semenjak dia masih anak-anak, batu-batu itu sudah ada, dan tertata seperti itu. Menurutnya, di tempat tersebut juga terdapat sebuah kitab kuno. Namun, kitab itu dia ketahui saat dirinya masih remaja. Bertuliskan huruf Jawa dan Arab tanpa tanda baca. Namun, saat ini kitab itu hilang bersamaan meninggalnya juru kunci terdahulu, sekitar 45 tahun lalu.

“Diduga, ini merupakan peninggalan masa Mataram Hindu. Sebab, situs berbentuk lembu hanya ada pada masa itu. Bisa jadi merupakan arca lembu nandini yang menjadi kendaraan Siwa,” kata Kaur Pembangunan Desa Jelok, Munir. Pihaknya berharap adanya optimalisasi objek wisata situs bersejarah di daerah Boyolali.

JIBI/SOLOPOS/Farida Trisnaningtyas

Lokasi Dukuh Bakulan, Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, Boyolali:

Lihat Peta Lebih Besar

Editor: | dalam: Jelajah |
Iklan Baris
  • Husodo Massage dan Reflexology

    Husodo Massage dan Reflexology. Terapis Profesional&Pengalaman. Bisa Panggil di Rumah/ Hotel/ Kos. Hub:08…

  • Shaffa Transport

    Shaffa Transport-Menyewakan Mobil Dengan/Tanpa Sopir, Dalam/Luar Kota. Hubungi: 0274387896, 085103052400, 0878…

  • Atasi Tutup Kartu Kredit

    Atasi Tutup Kartu Kredit/ KTA Hanya Bayar 30% Lunas 100% Legal. TINAH 0812 8153 9552…

  • Spesialis Sumur Bor

    Spesialis Sumur Bor, Suntik, Gali, Sedot WC, Saluran Mampet, Servis Pompa Air. Pak Malik Maguwoharjo 082138390…

  • Bisnis Jamur Tiram

    Bisnis Jamur Tiram Baglog Bergaransi. Kami Dampingi, Terima Pelatihan. Hubungi: Rumah Kebun Jamur. (Jalan Mage…

  • Butuh Dana Tunai?

    Butuh Dana Tunai? Cair Hari Ini!!! No Survey, Asuransi, Jaminkan BPKB Motor/Mobil,Resmi. Hubungi : 7141115, 08…

  • Butuh Marketing untuk makanan ringan

    Butuh Marketing untuk makanan ringan. SMA,punya kendaraan & SIM C,P/W, siap bekerja keras. Gaji,Uang Tran…

  • PROMO Canopy

    PROMO Canopy Baja Ringan 170rb/m2. 1 Hari Selesai, Awet, Rapi, Kokoh, GARANSI. BUDI 0819 1524 0674…

  • Dibutuhkan Terapis

    Dibutuhkan Terapis Pa/Pi Max 27tahun SMP/SMA Gaji UMR Pengalaman Tidak Dibutuhkan Hubungi: 0857 4799 7074…

  • Dibutuhkan Koki & Karyawati

    Dibutuhkan Koki & Karyawati Muslim Jujur, Tinggal Di dalam Dirumah Makan Tradisional Usia Max 46th. Hubun…

Menarik Juga »