MBAH RONO SOAL MERAPI
Saya Tidak Boleh Bohong

Mbah Rono (HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO)Mbah Rono (HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO)

Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Badan Geologi, atau yang akrab disapa Mbah Rono tidak bisa dilepaskan dari Merapi. Berikut petikan wawancara wartawan Harian Jogja Amiruddin Zuhri dengan Mbah Rono terkait meningkatnya aktivitas Merapi akhir-akhir ini?

Mbah Rono, saat ini muncul low frequency dari aktivitas Merapi, artinya apa?
Gempa low frequency/frekwensi rendah, biasanya berhubungan dengan magma yang naik ke permukaan, entah itu membentuk kubah atau masuk ke kantung fluida/magma. Saya kira gunungapi sekelas Merapi, yang letusannya rata-rata dua hingga empat tahunan, sudah harus tata-tata/siap-siap untuk menepati janji di kemudian hari sejak saat ini.
Ingat bahwa letusan 2010 itu besar sekali, maka magma dikantung-kantung magma di Merapi nyaris keluar semua/sebagian besar keluar, maka secara alam harus segera diisi untuk janji di kemudian hari. Ini normal, jika tidak Merapi mati, jika Merapi mati, kita rugi, tidak ada berkah yg melimpah.
Soal yang terkena, kan harus tahu dan ngalah, mana ruang dan waktu untuk Merapi, jangan ‘dikukuhi’, pasti sluman slumun, slamet kabeh. Semoga Tuhan memberikan yang terbaik bagi masyarakat di sekitar Merapi.

Ya mohon doanya semoga tidak terjadi apa-apa?
Saat krisis Merapi menepati janji, istri saya nyusul, tanya ”kok masih ada korban kan papa di Merapi?”. Saya jawab, ”saya bukan Tuhan, jika kulit dan daging saya bisa saya jual tuk mencegah korban, sudah saya jual sejak tanggal 21 Oktober 2010.’

Apakah berarti Merapi itu serius? Saya takutnya media saya dikira nakut-nakuti Mbah?
Saya kira tidak menakut-nakuti, ini hal yang wajar untuk Merapi, karena Merapi salah satu gunungapi paling aktif di dunia. Dia harus ngisi kantung magma yang telah digunakan letusannya. Lah kalau tidak diisi terus bagamana, nanti kalau tidak dikasih tau oleh Merapi dengan gempa-gempa low frekwensi kan malah nganeh-nganehi. Soal medeni atau tidak itu bergantung dari mana melihatnya.

Pak Amirudin, saya ini gak boleh bohong, Bapak tanya harus saya jawab sejujur-jujurnya, saya sebagai ilmuwan yang kebetulan jadi pejabat. Saya boleh salah, tapi saya tidak boleh bohong. Lah kalau saya tutup-tutupi, malah sulit mengantisipasi ancaman Merapi. Kalau saya salah, rak tinggal dipecat dan diganti, lah kalau saya pejabat bohong, rusak negara ini Pak. Lah kalau yang takut, ya jangan berani-berani, kalau berani ya jangan takut-takut. Itu saja. Kita harus jujur membicarakan alam, karena alam tidak pernah bohong kepada kita. Coba yang kena dampak alam itu bagian orang-orang yang ngerti alam atau maksa alam untuk mengikuti kehendaknya?

Bapak Amirudin,  Harian Jogja  adalah dibaca/bacaannya orang Jogja, satu pesan, sampaikan Merapi apa adanya, jujur, karena Merapi tidak pernah ingkar janji dan tidak pernah membohongi siapapun, Merapi lebih banyak memberi apa yang masyarakat harapkan, tidak pernah meminta apapun. Saya jam 22.00 nanti terbang ke Jepang, dibiayai oleh para ahli Jepang tuk cerita kejujuran Merapi, mereka ingin belajar, bagaimana mendengarkan bisikan Merapi yang jujur dan setia Menepati janji. Ok saya berangkat.

Apakah ada evaluasi status?
Saya tidak menyuruh ke Pak Bandriyo menaikkan Merapi ke Waspada, tapi saya hanya bilang, jika Merapi Waspada saya tetap akan menghormati. Orang Jawa harus ngerti pasemon lan guneman, orang Jawa tidak harus cetho welo ning harus bisa mengerti ing sasmito. Ingat, hingga Siaga Merapi, itu tanggung jawab BPPTK, Awas Merapi itu tanggung jawab saya.

Editor: | dalam: Sleman |
Iklan Baris
Menarik Juga »