BISNIS RONGSOKAN
Terapkan Jemput Bola, Khawatir Dikira Penadah

Wahyudi (JIBI/Harian Jogja/Switzy Sabandar)Wahyudi (JIBI/Harian Jogja/Switzy Sabandar)

Sebuah bangunan dari batako di Jalan Pringwulung, Caturtunggal, Depok terlihat penuh tumpukan kertas, kardus, botol kosong, kaleng bekas, dan puluhan barang plastik yang tak dipakai lagi.

Di sela-sela timbunan rongsokan, laki-laki berusia 30-an tahun tampak menimbang serta memilah-milah kardus. “Beginilah keseharian saya,” ujar Wahyudi, akhir pekan lalu.

Yudi enam tahun menerima barang bekas dan menilai pilihannya itu minim risiko kerusakan. Meski demikian sebagai pengusaha ia harus menyediakan uang cadangan guna membeli setoran barang saat stok belum terjual.

“Kalau rongsokan tidak laku hari ini masih bisa dijual besok, tidak basi seperti makanan,” jelasnya laki-laki kelahiran Klaten, 6 September 1975. Sebelum menjual rongsok ia sudah pernah menjadi pedagang angkringan, membuka warung makanan, hingga peternak ayam.

Terjun sebagai pengusaha rosok dimulai saat lulusan STM Muhammadiyah Giwangan melihat banyak kertas bekas tidak terpakai di tempat fotokopi. Kertas itu lalu dikumpulkan dari sejumlah tempat sjenis di Depok dan dijual ke Blabak, Magelang. Kala itu jual beli kertas hanya perlu modal Rp500.000.

Setelah jual-beli kertas, Yudi juga menjual rongsokan lain dengan mengambil kredit modal dari bank atas nama orang lain. Modal Rp3 juta dijadikan bekal mengembangkan usaha.

Usaha rongsok itu kini memiliki sejumlah pelanggan. Selain tukang rongsok keliling, sejumlah warga perumahan di Condongcatur juga kerap menjual barang bekas. “Rata-rata orang sekarang sudah paham setiap barang bernilai jual, sehingga mereka mengumpulkan barang yang tidak terpakai dan menjual pada pengepul,” jelasnya.

Sistem jemput bola menggunakan pikap L 300 juga diterapkan untuk pelanggan yang menjual barang jumlah besar seperti komputer hingga besi-besi tua.

Ditanya soal keuntungan, Yudi mengaku tidak pernah menghitung pasti, akan tetapi sehari minimal Rp500.000 berhasil dikantongi. “Kadang juga sampai Rp1 juta atau Rp2 juta,” imbuhnya.

Disinggung suka duka dari profesinya, suami dari Sri Maryani ini mengungkapkan lebih banyak suka karena pekerjaan ini tidak terikat waktu. Kendati demikian, ia tidak menampik terkadang merasa was-was.

“Terutama untuk barang yang terlihat masih bagus, saya takut jangan-jangan barang curian, karena beberapa teman pengepul lainnya sempat berurusan dengan polisi karena dikira penadah,” tandasnya.

Editor: | dalam: Ekonomi,Sleman |
Iklan Baris
  • Obral LCD

    Obral LCD15(575) Camera Digital(650) Handycam(950) TV14(365)17(490) VCD(125) Game(85)Mcuci…

  • Optik Aruni

    OPTIK ARUNI.melayani: cek mata panggilan,konsultasi,JL.Letjend.Suprapto, No 1(utara kantor…

  • Umroh Arbain

    Umroh arbain start jogja 15 hari 25,5juta all in.By etihad.Hotel shourfah madinah&jau…

  • anda butuh pinjaman?

    Anda Butuh Pinjaman Dana Cepat? Jaminkan BPKB Motor/Mobil anda diPerusahaan kami. Mulai ta…

  • Optik natural

    OPTIK NATURAL hadir untuk anda.melayani:cek mata,panggilan,konsultasi,resep. Hubungi:Anto:…

  • Butuh tenaga serabutan

    Butuh Cepat Tenaga Serabutan Kantor Minimal SMP 17-55tahun Interview Langsung Kerja 2,5jut…

  • Dibutuhkan tenaga kerja sampingan

    Dibuthkan Tenaga Kerja Sampingan Pasang Gantungan Teh Rosela Dikerjakan Dirumah.1 bok isi…

  • Espass Hijau

    Espass Hijau tahun 19995 an.Sendiri AB-KOTA Harga NEGO Hubungi: 0274-9866822…

  • Andalas Canopy

    Andalas Java Steel ahlinya canopy besi & stenlis pager tralis harga bersaing, berkwal…

  • Ahli sumur bor

    Ahli Sumur Bor/ Suntik/ Gali/ Sedot WC/ Saluran Mampet/ Servise Pompa. Hubungi: 0274-78067…

Menarik Juga »