'Pengamen Gemulai' Makin Banyak di Jogja

ilustrasiilustrasi

Di beberapa perempatan di DIY, terlihat keberadaan pengamen waria.  Jumlah mereka dari ke hari makin bertambah. 

“Makasih, cantik.” Pernyataan tersebut meluncur dari bibir bergincu merah menyala sesaat seusai melantunkan ABG Tua dan menerima selembar ribuan sebagai upah menyanyi di sebuah warung makan yang terdapat di salah satu ruas Caturtunggal, Depok, Sleman.

Perawakannya tidak terlalu besar berbalut terusan bermotif bunga-bunga dengan lengan setali memperlihatkan tangan yang kecil dan berotot. Rambutnya panjang sepunggung bewarna merah kecoklatan, entah karena sengaja dicat atau terkena paparan sinar matahari. Syal hitam yang melingkari lehernya sempurna menutup identitas kelamin. Jakunnya aman tersembunyi.

“Di sini ngamen… Kerjaan sehari-hari,” tuturnya kepada Harian Jogja yang bergegas menghampirinya, Senin (17/9) siang.

Sedikit malu-malu, sosok perempuan berjenis kelamin laki-laki itu bercerita perihal kesehariannya. Icha, demikian waria asal Purwokerto itu menyebutkan namanya,  mengungkapkan, menjadi pengamen di Jogja baru dilakoninya setahun terakhir setelah ia hijrah ke kota ini. Sebelumnya, ia berpindah-pindah tempat tinggal, mulai dari Jakarta, Semarang, dan Bali. “Jadi pengamen juga di sana,” ujar dia.

Mobilitas tinggi, dianggapnya sudah menjadi bagian dari hidup karena tidak memiliki sanak saudara. Semenjak 10 tahun lalu, selepas SMA, laki-laki yang enggan menyebutkan nama aslinya ini merantau ke Jakarta setelah diusir keluarganya yang mengetahui bahwa ia seorang waria. “Kata kakak-kakak saya, saya ini cuma buat malu keluarga,” kenangnya dengan tatapan menerawang. Sementara, ibunya sudah lanjut usia dan tidak lagi mampu berbuat banyak akibat dominasi saudara-saudaranya.

Di ibukota itulah, ia mengawali perjalanannya sebagai pengamen.

Menurut laki-laki berusia 30 tahun ini, menjadi pengamen merupakan pekerjaan yang paling mungkin dilakukan mengingat tidak ada lapangan kerja yang memberinya kesempatan untuk bekerja. Beberapa teman yang memiliki modal usaha, bisa membuka usaha sendiri, seperti salon. Namun, sejauh ini ia tidak memiliki cukup modal untuk beralih profesi.

Kesempatan kerja yang ada, sambung anak bungsu dari empat bersaudara ini, mengharuskan orang dengan jelas menentukan identitas seksualnya yang tampak dari penampilan fisik. “Tidak mungkin kan saya berpakaian perempuan dan kerja sebagai pegawai,” candanya.  Berpenampilan ala laki-laki dirasa tidak sesuai dengan hati nuraninya yang cenderung feminin. Terlebih, pandangan miring masyarakat sekitar membuatnya semakin sulit diterima di pergaulan umum. Untungnya, di Jogja ia mengenal seorang teman waria sewaktu di Bali dan menawarkannya untuk menumpang di kediamannya. “Adalah di sebuah rumah di daerah Sleman,” ujarnya menutupi.

Arum, koordinator Keluarga Besar Waria Yogyakarta (Kebaya) tidak menampik keberadaan waria di Kota Jogja semakin bertambah. Hal tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor salah satunya terbukanya pelayanan kesehatan dan terbukanya masyarakat menerima keberadaan mereka. “Umumnya berpindah-pindah, tapi dari pengamatan kami yang cukup banyak itu di wilayah Jogja dan Sleman. Jika dibanding dengan kota lain Jogja memang terhitung banyak karena di sini layanan kesehatan bagi kami terbilang cukup terbuka,” katanya.

Terkait dengan maraknya eksistensi mereka di jalanan (ngamen), Arum menjelaskan cara tersebut lebih baik ditempuh untuk mengurangi aktivitas prostitusi. Menurutnya, waria memiliki beberapa keterbatasan sosial yang berkonsekuensi pada keterbatasan memperoleh pekerjaan dan layanan lainnya. “Menurut saya lebih baik ngamen di jalan, dengan cara itu mereka memperoleh pendapatan hidup. Karena para waria juga memiliki keterbatasan pendidikan, lapangan pekerjaan,” katanya.

Data Minim

Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jogja mengaku tidak memiliki data terkait dengan keberadaan waria di Kota Jogja. Sementara pembinaan yang dilakukan sejauh ini menyentuh pada aspek pendekatan komunitas.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Masalah Sosial, Dinsosnakertrans Kota Jogja Nurmaniati mengaku tidak memiliki data kondisi waria di Kota Jogja. Kendati dalam pendataan Dinsos terkait dengan masalah sosial, keberadaan waria atau disebut sebagai kelompok minoritas ini juga masuk dalam salah satu daftarnya.

Kendati tidak terpantau dalam pendataan, pihaknya tetap melakukan upaya pembinaan. Pembinaan umumnya menyentuh pada komunitas. Alasannya dengan jalinan komunikasi antara komunitas dengan pemerintah bisa lebih terarah dibandingkan secara terpisah.

Kondisi yang sama juga terjadi di Sleman. Menurut Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial Dinas Tenaga Kerja dan Sosial, Junadi selama ini tidak melakukan pendataan khusus masalah waria.

“Biasanya waria itukan ngamen. Jadi kalau terjaring biasanya kami masukkan ke data pengamen jalanan saja,” kata Junadi.

Kepala Seksi Operasional Trantib Satpol PP Setiharno mengatakan jika di Sleman jumlah waria selama di razia tidak mengalami peningkatan. Mereka kebanyakan hanya pindah-pindah tempat mangkal saja.

“Kalau bertambah sih tidak tapi tempat mangkalnya saja yang berpindah-pindah. Jadi kalau dilihat memang seolah-olah ada peningkatan. Kalau ada peningkatan biasanya yang ngamen keliling,” kata Setiharno.

Editor: | dalam: Kota Jogja |
Iklan Baris
  • Gudang seng

    Gudang seng di jalan imogiri timur membutuhkan Tenaga bongkar muat usia maksimal 35 tahun. Hubungi: 0821383933…

  • AB PROPERTI,

    AB PROPERTI, siap bantu jual-beli rumah dan tanah sesuai harapan. Hubungi: KAMAL telpon 0857-2770-3776…

  • Siap bantu,jual/beli tanah

    Siap bantu,jual/beli tanah dan bangunan di jogja. Minat hubungi: Bp Rahmad 0877 3835 6503 (property)…

  • Dibutuhkan 3 sales bawang goreng

    Dibutuhkan 3 sales bawang goreng asli brebes. Syarat: cewek/cowok untuk area jogja – solo, maksimal 30ta…

  • Siap bantu konsultasi skripsi

    Siap bantu konsultasi skripsi, tesis, disertasi, KTI, program, all jurusan. Murah,profesional,garansi,nno plag…

  • Dibutuhkan seorang karyawan toko

    Dibutuhkan seorang karyawan toko. Islam taat, usia maks 25tahun, domisili sekitar wates Kulon Progo Hubungi: 0…

  • Dijual tanah shm

    Dijual tanah shm pekarangan luas 215 m2, kembangarum, donokerto, turi, sleman. Minat harga 750.000/m2, nego hu…

  • Umroh Murah 21,9Juta

    Umroh Murah 21,9Juta, All In Star Jogja, By Saudia, Landing Madinah, Hubungi: AMN Tour, HP/WA: 082135350114…

  • Dijual tanah pekarangan

    Dijual tanah pekarangan L189m2, LD9m, Harga 275juta. mobil masuk,SHMP an.sendiri. Jakal km 10, Ngebo Ngaglik S…

  • Butuh sales kosmetik

    Butuh sales kosmetik. Lamaran via WA 08812768955…

Berita Terkait

tas-106-s-0003-tas-magic-lipat-600x432
Menarik Juga »