SITTEX BATAL DIGELAR
ASITA Solo Sayangkan Koordinasi Dua Dinas

IlustrasiIlustrasi

SOLO—Wakil Ketua Association of Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Solo Daryono menyayangkan kurangnya komunikasi antara dua dinas yang menjadi motor penyelenggaraan Solo Investation, Tourism and Trade Expo (Sittex).

“Sebenarnya kami juga maklum. Maka ke depan harapannya persoalan koordinasi dan komunikasi ini harus diperhatikan,” kata Daryono kepada Solopos.com, Selasa (8/10/2012).

Bagi pelaku pariwisata, kata dia, semestinya semua event yang masuk dalam agenda tahunan harus terlaksana. Jadwal maju atau mundur saja dinilai kurang pas. Karena, event-event itu sudah dijual dan dipromosikan.

Mengenai Sittex sendiri, Daryono sempat diajak bicara mengenai konsep acara ini.

“Konsep Sittex sebenarnya sangat bagus. Yaitu memadukan potensi perdagangan, pariwisata yang ujungnya untuk mendongkrak investasi di Kota Solo. Ini event pertama yang sebenarnya sudah banyak dinanti pelaku pariwisata.”

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sitte) menambah panjang daftar event Kota Solo tahun 2012, yang batal digelar. Dalam buku Cultural Calender Event 2012, semestinya Sittex itu diselenggarakan Kamis-Minggu (11-14/10).

Kabid Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Budi Sartono menyampaikan Sittex adalah agenda yang digagas Kantor Penanaman Modal (KPM) yang saat itu masih dipimpin Hasta Gunawan. Tapi, setelah KPM merger dengan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) menjadi Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT), event itu tidak dianggarkan untuk dilaksanakan pada 2012 ini.

Kepala BPMPT Solo, Pujo Hariyanto mengakui kondisi tersebut, sehingga agenda Sittex yang merupakan pameran promosi perdagangan, pariwisata dan investasi itu batal digelar tahun ini.

“Memang, setelah KPM itu berubah menjadi badan dan merger dengan KPPT, ternyata anggaran kami tahun ini belum mencakup event itu. Semestinya, anggaran 2012 kan sudah diprogramkan sejak tahun 2011. Dan kenapa demikian, saya sendiri kurang tahu karena saya di sini [BPMPT] juga belum lama.”

Editor: | dalam: Ekonomi |
Iklan Baris
Menarik Juga »