Polri Klaim Penanganan Kasus Tipikor Meningkat Lima Tahun Terakhir

Ilustrasi (lensaindonesia.com)Ilustrasi (lensaindonesia.com)

JAKARTA – Mabes Polri mengklaim penanganan tindak pidana korupsi dalam lima tahun terakhir meningkat cukup signifikan kendati alokasi dana untuk mengusut kasus tersebut sangat rendah dibandingkan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Seperti dikutip Bisnis.com, Sabtu hari ini (13/10/2012), di laman situs Mabes Polri disebutkan bahwa polisi memiliki atensi tinggi dalam menangani kasus tindak pidana korupsi. Hal itu, sambungnya, dapat dilihat dari capaian yang telah diraih dalam kurun waktu lima tahun terakhir. “Maaf kami belum banyak mensosialisasikan hasil kinerja kami, namun demikian kami akan terus berjuang melawan para koruptor di republik tercinta ini,” tulis Divisi Humas Mabes Polri.

Penanganan kasus tindak pidana kasus korupsi yang naik ke tingkat penyidikan pada 2008 hanya 180 kasus. Namun, angka itu meningkat signifikan menjadi 577 kasus hingga kuartal III/2012. Adapun laporan yang masuk meningkat dari 359 kasus menjadi 885 kasus. Menurut Polri, walaupun anggaran penyidikan untuk mengungkap satu kasus tindak pidana korupsi cukup kecil, tetapi polisi tetap berkomitmen untuk menanganinya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengaku gembira dengan rencana Komisi III Bidang Hukum DPR RI yang akan menaikkan gaji penyidik Polri hingga setara dengan penyidik KPK. “Naik Alhamdulillah, tidak naik juga Alhamdulillah,” ujarnya kepada media di Mabes Polri kemarin. Meskipun begitu, Boy langsung curhat dengan kondisi anggaran Polri dibandingkan dengan KPK masih kalah jauh. Dia menyebutkan penghasilan dan biaya operasional penyidik Polri dengan KPK perbedaannya hampir 400%.

Boy mencontohkan gaji penyidik KPK setingkat komisaris polisi saja mencapai Rp20 juta-Rp25 juta per bulan, sedangkan penyidik Polri hanya bergaji Rp4 juta. Sementara itu, untuk biaya penyidikan di KPK disediakan dana sebesar Rp 300 juta per perkara. Adapun di Polri per perkara dibiayai Rp37 juta. “Selama ini ada perbedaan dari penghasilan dan operasional, tapi itu bukan menjadi alasan kami untuk terus bekerja secara baik, tidak ada masalah bagi penyidik polri dan tetap jalan untuk melakukan penyidikan,” paparnya.

Editor: | dalam: Hukum |
Iklan Baris
  • CV Mitra Mandiri Grup

    Daftrkn Diri Anda Sekarang Juga! CV. Mitra Mandiri Group membuka lowongan: 1.SPG(Wanita/Pr…

  • Wujudkan Niat Umroh/ Haji Plus

    Wujudkan Niat Umroh/ Haji Plus Bersama ARMINAREKA PERDANA Hubungi: Ibu Eka 081227001801 (B…

  • spesialis sumur bor

    Spesialis Sumur Bor 0-100M, Timba, Peresapan dan Service Pompa. Hubungi: PAK ARI 087839448…

  • ahli sumur bor

    Ahli Sumur Bor/Gali/Servis Pompa/ Sedot WC/Saluran Buntu. Pak Wen 6579319 Blawong 08139203…

  • dicari mekanik

    Dicari mekanik sepeda motor hubungi yogya motor jalan solo-Ambarukmo barat Amplaz) 0878823…

  • BR GYPSUM

    BR GYPSUM grosir ecer elephant, Knauf jaya,kalsibot,holo, galvanis,galvalum,lis,profil,bed…

  • ahli sumur bor

    AHLI SUMUR/ SEDOT WC, SUKADI, NGLIPAR, HUB. 081 804 060 050…

  • Rumah Di Solo Jalan Blewah Raya Karangasem Deket UMS

    Rumah Di Solo Jalan Blewah Raya Karangasem Deket UMS L611m2 Ada Kolam Renang 3,5M. Hubungi…

  • dibutuhkan karyawan kantor

    Dibutuhkan Karyawan Kantor,Pria/Wanita Usia max 23Tahun,Siap Kerja Lapangan, Minimal SMA/S…

  • Dibeli rumah

    Dibeli rumah:yang mau dilelang bank/turun waris/pemiliknya mau cerai 0274.7155840/08783966…

Menarik Juga »