Panjer, Tradisi Lestari di Pasar Hewan Gunungkidul

Suasana pasar sapi dan kambing di Pasar hewan Munggi Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Senin (22/10/2012). (Endro Guntoro/JIBI/Harian Jogja)Suasana pasar sapi dan kambing di Pasar hewan Munggi Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Senin (22/10/2012). (Endro Guntoro/JIBI/Harian Jogja)

Bagaimana caranya agar hewan ternak incaran yang hendak dibeli di pasar hewan tidak dibeli orang lain? Salah satu caranya adalah dengan cara di-panjer. Tradisi lama yang masih lestari hingga kini.

Pada suatu ketika, Nasrip, 50, pedagang sapi di Pasar Hewan Siyono sedang menjajakan sapinya. Seorang calon pembeli datang. Dia naksir dengan salah satu hewan yang dijajakan Nasrip.

Calon pembeli itu hendak menahan agar sapi Nasrip itu tidak dibeli oleh orang lain. Bagaimana caranya? Si calon pembeli memberi sekeping uang Rp 500 agar sapi seharga jutaan rupiah itu tidak jatuh ke tangan orang lain.

“Tidak hanya Rp 500, tapi terkadang juga Rp 2000, Rp 5000 sampai Rp 10.000,” kata Nasrip kepada Harian Jogja, Senin (22/10/2012) di Pasar Hewan Siyono, Kecamatan Playen. Sekeping uang itu dianggap sebagai tali-rembug.

Tali rembug adalah semacam “agunan” yang harganya tidak setara dengan barang yang hendak dibeli. Pedagang sapi seperti Nasrip akan menjual sapi dagangannya kepada orang lain karena telah dipanjer. Atas dasar apa? Semata-mata kepercayaan.

“Kalau sampai dijual ke orang lain bakal dapat masalah,” kata Nasrip. Masalah itu seperti cekcok antara pedagang dan calon pembeli. Bisa jadi calon pembeli merasa kepercayaan yang telah diberikan tidak dihargai.

Tali rembug itu semacam jalinan kepercayaan antara pembeli dan penjual. Apabila panjeran ditarik oleh calon pembeli, misalnya tidak jadi beli, hewan itu dapat diperjualbelikan kepada orang lain.

Sejak kapan pola transaksi unik seperti ini berlangsung? Pedagang sapi lainnya, Zaini, 45, warga Desa Getas, Kecamatan Playen mengatakan pola seperti ini sudah ada sejak pasar hewan Siyono berdiri.

Menurutnya, tradisi seperti ini juga tidak hanya ada di Siyono, tapi juga di Pasar Hewan Munggi (Semanu) sampai pasar hewan Prambanan (Sleman). “Pokoknya sudah lama sekali. Simbah-simbah dulu juga seperti ini,” katanya.

Pasar Hewan Siyono buka setiap Wage pada penanggalangan Jawa (seperti Senin kemarin). Sedangkan, Pasar Hewan Munggi buka setiap tanggal Kliwon. Pasar hewan ini semakin ramai menjelang hari raya Iduladha pada Jumat (25/1/2012) besok.

Tapi, ada pula pedagang yang menganggap panjer itu dilakukan apabila negoisasi sudah mencapai kesepakatan. Artinya, hewan ternak sudah pasti dibeli, lalu koin panjer diberikan untuk mengkrangkeng target.

Tidak ada pemahaman tunggal tentang konsep panjer-memanjer ini. Zaini mengatakan seiring perkembangan zaman, calon pembeli terkadang tidak hanya memanjer dengan sekeping logam, tapi juga kunci sepeda motor. Waduh….

Editor: | dalam: Gunung Kidul |

Berita Terkait

Iklan Baris
  • Properti Studio Lima.

    Properti Studio Lima. Terima konstruksi,renovasi ,desain,IMB. Telpon 0274-4477234/08112825…

  • Bengkel RPM Handayani

    BENGKEL RPM HANDAYANI,melayani PRESS BODY, dengan mesin pres, selatan terminal lama,baleha…

  • Pijat urat kejepit

    Tukang Pijat Urat Kejepit Kesleo Sakit Pinggang & Kesemutan. Pak Joko Bisa Dipanggil.

  • Dicari karyawan dan sopir

    Dicari karyawan& Sopir laki laki untuk kirim barang (helper) Hubungi: mutiara jl. Dr…

  • Mitra Tekhnik

    MITRA TEKHNIK, melayani perbaikan alat rumah tangga dan jual beli elektronik, 08770958010…

  • Terima kos putri Sakura

    Terima kos putri Sakura. Fasilitas: 3,5×4 AC,bedcover,meja,kamar mandi dalam. Harga m…

  • kos putra

    Kos Putra 2juta/tahun/NEGO Tempat Strategis Hubungi:0274-2612916/085643267282…

  • Salon Shinta

    Salon SHINTA, Melayani rias pengantin,dan lain lain alamat.Jl raya-semanu, baleharjo,Wonos…

  • Pengobatan Alternatif

    ALTERNATIF NUR KHALIFAH, Pengobatan alternatif R.Bayu Segoro,0878 3819 2424/ 0838 6960 927…

  • Ahli sumur

    AHLI SUMUR/ SEDOT WC, SUKADI, NGLIPAR, HUBUNGI. 081 804 060 050…

Menarik Juga »