DIDUGA DIANIAYA POLISI
Ini Pengakuan Saksi Mata Kecelakaan Rezza

Para pelayat saat hendak mengantarkan jenazah Rezza ke pemakaman kemarin. (JIBI/Harian Jogja/dok)Para pelayat saat hendak mengantarkan jenazah Rezza ke pemakaman kemarin. (JIBI/Harian Jogja/dok)

GUNUNGKIDUL—Rezza Dwi Wardana, 16, warga Jeruksari Rt 11 Desa Wonosari meninggal dunia setelahsembilan hari koma di ICCU RS Bethesda Jogja. Rezza diduga mendapat perlakuan brutal oleh anggota Polisi hingga ia terjatuh dari sepeda motor dan mengalami koma.

Seorang saksi, namanya minta dirahasiakan, menyatakan jatuhnya Rezza karena ulah tangan seorang petugas polisi yang tengah menjalankan tugas pengamanan malam takbiran.

Berikut pernyataaan saksi yang kini dalam perlindungan Seto Mulyadi (Kak Seto)

“Saat itu jalan sepi. Tidak ada kendaraan yang lewat. Reza melintas mengendari RX-King dari arah utara (bunderan BRI). Saya masih menatap jelas Rezza posisi menikung dari utara berbelok menuju barat. Tepat setelah Reza melewati gerobak pedagang roti bakar di pagar gedung DPRD, seorang petugas polisi semula berdiri di sisi selatan jalan maju satu langkah sambil  mengayunkan tanggan ke arah Rezza. Ini yang membuat tubuh Rezza terjungkal jatuh ke belakang dan lepas dari sepeda motornya. Lambaian tangan petugas ke arah Reza saya masih ingat gamblang,” ujar saksitersebut.

Saksi ingat jelas seketika suasana lokasi membuat puluhan petugas panik. Beberapa petugas ada yang mendekati Rezza yang sudah terkapar di tengah jalan. Sebagian lainnya mengusir warga yang respek berkeinginan menolong Rezza.

“Ya disitu kami sudah tidak bisa melihat Rezza bagaimana. Tiap orang yang mau melihat kondisi Rezza malah dilarang polisi. Semua yang berusaha mendekat diusir. Disuruh bubar agar menjauhi Rezza,” ungkap salah satu pelajar tersebut.

“Hanya itu yang saya ketahui di lokasi kecelakaan Rezza. Tidak ada saya tambah-tambahi. Dan tidak ada yang saya kurangi. Insya Allah ini kesaksian saya yang jujur. Dan perlu diketahui saya tidak kenal Rezza. Hanya tahu orangnya bernama Rezza,” tambahnya.

Editor: | dalam: Hukum |
Iklan Baris
Menarik Juga »