TAJUK
3 Bulan untuk KPSI dan PSSI

Ilustrasi/sidomi.comIlustrasi/sidomi.com

Dunia sepak bola Indonesia boleh sedikit bernapas lega. Melalui sidang Komite Eksekutif di Tokyo Jepang, Jumat (14/12/2012) FIFA menunda sanksinya. Otoritas tertinggi sepak bola dunia itu masih memberi waktu tiga bulan bagi pihak-pihak yang berkonflik untuk menyelesaikan masalahnya.

Yang harus menjadi catatan, FIFA memutuskan untuk menunda sanksi salah satunya karena menghargai rakyat Indonesia. Lembaga itu melihat sepak bola sebagai sesuatu yang penting. Sehingga jika diberi sanksi seperti di-banned, maka rakyat Indonesia juga yang akan rugi. Sehingga pembahasan soal sanksi akan ditunda pada Maret 2013 mendatang sambil memberi kesempatan penyelesaian masalah.

Diakui atau tidak konflik tiada henti dunia sepak bola Indonesia hanya melibatkan segelintir orang yang duduk di Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).  Dua kelompok ini merasa dirinya paling berwenang dan paling kuasa untuk menentukan nasib sepak bola Indonesia. Keduanya menjunjung tinggi egoisme dengan berbagai alasan sehingga tak pernah ada titik temu.

Tidak henti-hentinya berbagia pihak menyerukan kedua pihak untuk mau berunding dengan kepala dingin. Tetapi tidak pernah juga bisa dilaksanakan. Ketidakmauan KPSI dan PSSI mendengarkan seruan itu, termasuk seruan dari pemerintah, menunjukkan betapa tingginya egoisme mereka.

Sekarang FIFA sudah menunda sanksi yang seharusnya dijatuhkan pada 14 Desember 2012 lalu. Sekali lagi alasannya karena sepak bola penting bagi rakyat Indonesia. Simak saja pernyataan Wakil Presiden FIFA Prince Ali bin al-Hussein yang mengatakan “Semua stakeholder di sepak bola Indonesia harus menyadari, jika mereka ingin melayani masyarakat, mereka harus menyelesaikan perbedaan ini,”

Jika lembaga yang diisi bukan oleh orang Indonesia saja mau menghargai rakyat, apa KPSI dan PSSI masih akan pongah dengan sikapnya? Kalau iya, maka sungguh terlalu!.

Tiga bulan ke depan akan terlihat sejauh mana KPSI dan PSSI mementingkan rakyat Indonesia yang begitu mencintai sepak bola. Kalau mereka mau melayani rakyat maka tentu akan selesai persoalannya. Tetapi kalau mereka terus bertengkar tiada habisnya, maka menunjukkan betapa mereka yang mengaku orang-orang sepak bola justru menghancurkannya sendiri.

Duduklah dengan kepala dingin dan untuk kepentingan rakyat dan sepak bola Indonesia. Sedikitlah punya rasa malu bahwa cabang ini telah terpuruk sekian lama di tengah harapan rakyat yang begitu besar. Jangan lagi bertindak bodoh dan egois. Pemerintah juga tetap harus mengawal tiga bulan waktu yang diberikan ini dengan baik. Jangan hanya ribut ketika batas waktu hampir habis.

Selesaikan konflik yang ada. Sudahi kesalahan yang berulang-ulang. Sekali orang melakukan kesalahan adalah wajar. Tetapi jika terus melakukan kesalahan berarti kita adalah orang-orang tolol.

Editor: | dalam: Kota Jogja |


Iklan Cespleng
Menarik Juga »