BANJIR DI BANTUL
201 Hektare Sawah Masih Tergenang

BANTUL —Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul melansir total luas lahan pertanian padi yang terendam banjir hingga Rabu (9/1) mencapai 201 hektare yang tersebar di lima kecamatan. Yaitu Kecamatan Pandak, Kretek, Bambanglipuro, Sanden, dan Pundong.

Dari lima kecamatan itu, Pundong sebagai wilayah yang lahan pertaniannya paling luas terendam banjir, yakni mencapai 70 hektare. Sedangkan yang terbilang paling parah terdampak genangan banjir itu lahan pertanian di wilayah Desa Triharjo, Pandak yang luasnya sekitar lima hektare.

Selain karena tingginya genangan air, usia tanaman padi di lahan seluas lima hektare di Triharjo baru tujuh hari setelah tanam (HST). “Tanaman padi yang terendam banjir sebagian sudah mulai roboh,” kata Kepala Dispertahut Bantul, Edy Suhariyanta, Rabu (9/1/2013).

Menurut Edy, penyebab banjir yang menggenangi 201 hektare lahan pertanian padi bukan semata akibat tingginya intensitas hujan di Bantul dalam beberapa hari ini. Sebab, tidak semua lokasi banjir itu diguyur hujan deras.

“Banjir terjadi juga akibat akumulasi air yang mengalir dari wilayah utara (Kota Jogja dan Bantul wilayah utara, meliputi Kecamatan Kasihan, Sewon, dan Banguntapan),” terang Edy. Mengingat, Bantul berada di hilir aliran air drainase Kota Jogja dan Kabupaten Sleman.

Maka itu, Bantul memang merupakan daerah langganan banjir karena melimpahnya air yang mengalir dari hulu. Edy menambahkan, banjir kali ini juga cukup ironis.

Pasalnya, tiga pekan sebelum banjir, para petani di Bantul terpaksa harus mengerahkan mesin pompa air untuk mengairi sawah.

“Dari 201 hektare yang terendam banjir, 42 hektare di antaranya sudah siap panen (90 HST). Yaitu di wilayah Desa Triharjo dan Gilangharjo, Pandak. Kalau genangan air tidak lekas surut, kualitas padi yang akan di panen tentu bakal merosot,” pungkas Edy.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengatakan banjir di Bantul diperkirakan akan mencapai puncaknya pada minggu ke tiga Februari. “Sesuai dengan pengalaman banjir sejak 2004 silam,” jelas dia.

Editor: | dalam: Bantul |

Berita Terkait

Iklan Baris
Menarik Juga »