Jogja akan Ditanami Pohon Sesuai Nama Jalan

Pohon Tunjung. (JIBI/Ilustrasi)Pohon Tunjung. (JIBI/Ilustrasi)

JOGJA—Sesuai program tata hijau kota (green city) Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jogja akan mengembalikan kawasan Jogja menjadi alas mentaok.

Salah satu kebijakannya adalah dengan merevitalisasi konsep penanaman pohon sesuai dengan nama jalannya.

Kepala BLH Jogja, Eko Suryo Maharso mengatakan, berdasarkan historisitasnya, Jogja dikenal sebagai alas [hutan] Mentaok. Untuk merevitalisasi hal itu, pihaknya akan menanamkan pohon-pohon tertentu sesuai dengan sejarah lokasi penanamannya.

“Kami ingin merevitalisasi kembali penanaman pohon di Jogja sesuai dengan lokasi nama jalan tersebut. Ini sebagai konsep tata hijaunya,” jelas Eko.

BLH, lanjutnya, menyiapkan sebuah peta tata hijau di mana terdapat empat konsep penataan yang dibuat berdasarkan periode sejarahnya.

Pertama, kata Eko, periode Kerajaan Mataram Islam yang akan memunculkan kembali vegetasi di masa itu dalam satu lingkup lokasi. Misalnya penanaman pohon Mentaok di Kotagede.

Kedua, periode Keraton Ngayogyakarta (masa kepemimpinan Hamengku Buwono I sampai Hamengku Buwono III). Ketiga, periode perjuangan dimana vegetasi yang ditanam disesuaikan dengan nama-nama jalan yang sudah ada.

Misalnya di Jalan Ngasem, maka yang ditanam adalah pohon-pohon Asam. Begitu juga di lokasi lain misalnya Jalan Tunjung (pohon Tunjung), Jalan Kenari (pohon Kenari), Jalan Munggur (pohon Munggur) dan lain sebagainya.

“Konsep yang terakhir adalah periode di mana Jogja masa kini yang memunculkan vegetasi-vegetasi yang lebih modern sesuai dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Rencananya, program ini sudah bisa dilaksanakan pertengahan 2013, dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat,” tandas dia.

Eko memastikan, konsep penataan tersebut tidak akan merusak pohon-pohon yang sudah ada. Di Jogja terdapat lebih dari 18.000 pohon yang ditanam di tepi jalan.

“Pohon yang lama tetap, tidak ditebang. Hanya ditambah dengan pohon yang sesuai dengan nama jalannya. Semisal pohon Timoho atau Kenari di jalan Timoho dan jalan Kenari,” terang Eko.

Menanggapi hal itu, Direktur Walhi DIY, Suparlan mendukung program tersebut. Menurut dia, penataan penghijauan memang selayaknya memadukan dengan budaya setempat.

“Penataan penghijauan juga harus sesuai dengan karakteristik lingkungan sekaligus heritage di Jogja. Dengan begitu, maka penanaman tidak sekadar seremonial semata,” kata Suparlan.

Editor: | dalam: Kota Jogja |

Berita Terkait

Iklan Baris
  • pasang gigi behel

    pasang gigi&Behel Berkwalitas&Bergaransi Harga@50ribu@100ribu, MAS EKO: 08157894…

  • dibutuhkan tenaga cuci mobil

    Dicari beberapa tenaga cuci mobil,hubungi.Griya Oto jl. Menukan 12 Yogyakarta(Sebelah timu…

  • Kerja dalam kantor

    Galau Belum Kerjs?pensiun?di Phk?sms DataDiri Ke 087738332863. Serius Langsung Kerja Dalam…

  • investasi perumahan

    Invesasi Perumahan Siap Bangun Sebelahan Calon Kampus UIN SUKA GUASARI PAJANGAN Bantul Tip…

  • Perum dibangunjiwo

    Tinggal 9 Unit Bangunjiwo Bantul Legal Resmi Tipe 36/74 250jutaan. Hubungi:ARIF 0877385386…

  • cuci gudang barang elektronik

    Cuci gudang! TV/LCD/DVD/AC/Kulkas/M.cuci/Speaker/Game/Kompor gas/Blender/Magic com /PS (GE…

  • Dikontrakkan rumah di perum tirtasani

    Dikontrakkan 1Rumah, 2LT, Fasilitas Lengkap di Perum Tirtasani Lokasi Dekat Pintu Utama, P…

  • Pijat tradisional

    Pijat tradisional ibu Sumiyati Pelem Lor P/W 087803944987 085848895957 085229791137 terima…

  • Dijual mitsubishi

    Djual 1.Mitsubishi fe349 Truck 2002 Kuning H-SS, 2.Isuzu Box 2009, Putih,AB-HN,Hubungi:PT…

  • spesialis motor matic

    Specialis Motor Matic (Karburator& Injeksi) Hubungi: Agus Jaya Motor Handphone. 08175…

Menarik Juga »