AKSI Damai Aliansi Metro Dibalas Kekerasan Oleh Partai Nasdem

Mobil peserta aksi damai Aliansi Metro yang dipecah anggota Partai Nasdem, Rabu (16/1/2013). (dtc)Mobil peserta aksi damai Aliansi Metro yang dipecah anggota Partai Nasdem, Rabu (16/1/2013). (dtc)

JAKARTA—Sebanyak 15 orang dari Aliansi Metro melakukan aksi di depan kantor Nasional Demokrat (Nasdem), Jalan RP Soeroso, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2013).

Mereka menuntut janji pendiri Nasdem, Surya Paloh, untuk mempekerjakan kembali Luviana, jurnalis Metro TV yang dipecat. Demo ini berakhir ricuh.

Menurut salah satu peserta aksi, Hendra Hasanuddin, sekitar 15 rekannya dari Aliansi Metro, termasuk Aliansi Jurnalis Independen (AJI), awalnya demo ini berlangsung damai.

Pihaknya juga membawa serta anak-anak jalanan yang memainkan alat musik serta  mobil pick up untuk menempatkan sound system. Tak lama kemudian demo itu ditanggapi oleh pihak Nasdem.

“Setelah setengah jam berorasi, pertama pihak Nasdem membentangkan spanduk yang intinya, kami salah alamat demo, bukan ke kantor Nasdem,” kata Hendra.

Yang kedua, imbuh Hendra, ada sekumpulan orang-orang yang berperawakan Indonesia Timur masuk ke kantor Nasdem. Tidak lama kemudian, orang-orang tegap itu keluar dan berteriak.

“Lima menit kalian nggak bubar, kami akan bubarkan,” kata Hendra menirukan teriakan orang-orang itu.

Tidak lama kemudian, menurut Hendra, orang-orang yang berpakaian Nasdem itu menghancurkan seluruh peralatan demo yang dibawanya.

“Termasuk alat-alat musik, mobil komando dibanting, dihancurkan, bahkan bilang mau dibakar, nggak jadi karena ada polisi. Akhirnya kami mundur beberapa langkah,” kata Hendra. Mobil komando itu berupa mobil pikup biru. Kaca depannya terlihat pecah.

Gara-gara ini, mereka akan menggelar jumpa pers di depan Kantor Nasdem, pukul 15.00 WIB bersama AJI, PBHI, LBH Pers dan LBH Jakarta.

“Ini bentuk buruk dari sikap parpol dalam kondisi demokrasi di Indonesia kalau sampai memenangkan Pemilu. Ini kembalinya otoritarian jenis baru. Kami menyayangkan dan sangat mengutuk apa dilakukan Nasdem,” jelas dia.

Editor: | dalam: Peristiwa |
Iklan Baris
Menarik Juga »