Pusingggg...Batik Printing Geblek Renteng Risaukan Kulonprogo

KULONPROGO — Perajin batik di Kulonprogo dibuat resah dengan membanjirnya batik printing bermotif geblek renteng. Bahkan seragam siswa di Kulonprogo juga memakai batik printing bermotif geblek rentek.

Dihubungi Kamis (24/1/2013), Ketua Asosiasi Pengrajin Batik Kulonprogo, Umbuk Haryanto mengatakan pekan lalu perwakilan asosiasi menggelar audiensi dengan Bupati Hasto Wardoyo. Dalam pertemuan tersebut, mereka mengeluh soal kain printing bermotif gebleg renteng yang membanjiri Kulonprogo.

Padahal semula instruksi bupati agar pelajar dan PNS mengenakan batik gebleg renteng bertujuan untuk menggairahkan industri batik Kulonprogo.

Dari sisi harga, kain printing memang jauh lebih murah yakni sekitar Rp35.000. Sementara produksi batik cap dengan motif yang sama mencapai Rp50.000 atau Rp100.000 untuk tulis. “Otomatis membanjirnya batik printing bisa mematikan usaha batik Kulonprogo,” kata dia. saat ini hanya sekitar 20% perajin yang menggarap geblek renteng.

Saat audiensi dengan Bupati, ada pernyataan yang membuat perajin batik kecewa. Pasalnya, Bupati sempat bertanya apakah perajin mampu membuat batik printing.

Penyuluh batik Basu Swastha Dharmmesta, mengatakan untuk menjaga agar batik asli tetap hidup, perajin harus berkomitmen dalam jangka panjang untuk menolak kehadiran printing. Setelah printing masuk, dapat dipastikan industri batik yang terdiri dari banyak mata rantai akan mati dengan sendirinya.

Semestinya pemerintah daerah mendorong agar industri batik makin maju. Ia menconthkan, komitmen Walikota Jogja melarang masuknya printing di XT Square. “Saya mengajak semua perajin mari melawan kain printing yang motifnya mirip batik, dan hanya mencari untung dalam junlah besar dalam waktu singkat,” terangnya.

Sementara itu, Ketua BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) DIY, Liliek Syaiful Ahmad mengatakan Pemkab Kulonprogo harus menjelaskan apakah gebleg renteng itu harus berbentuk batik atau printing. “Dari awal maunya seperti apa?,” ujar dia.

Jika memang harus batik, maka pemkab harus konsisten mendukung tumbuhnya industri batik dengan motif gebleg renteng. Meski demikian, ia mengingatkan agar pemkab juga tidak melupakan aneka motif batik khas Kulonprogo lainnya sehingga tidak tenggelam dengan hadirnya gebleg renteng.

Editor: | dalam: Kulon Progo |
Iklan Baris
  • Butuh tenaga masak

    Cari 3 Tenaga Masak &Serabutan Wanita 20tahun Single/Janda Muslim Jujur Rajin Gaji 60…

  • Jual mesin fotokopi

    Jual Mesin& Suku Cadang Canon ir 5075,6570,3570,3045 Teriam Servise. Hubungi: 0877390…

  • Jual villa dan tanah

    Jual Villa+Tanah 12000m Lokasi Piyungan, Pemandangan Bagus,SHM.Dijual Juga Kos kosan LT333…

  • karyawan konter HP

    Dibutuhkan 2karyawan konter HP langsung kerja.sholat,minimal SMA,gaji menarik+bonus.Lamara…

  • Rias pengantin gaya

    Rias Pengantin Gaya 1,5juta:Paes Ageng Yogya,Paes Solo,Paes Basahan, Muslim Barat 08776080…

  • Biro umroh haji

    Ibadah Umroh/Haji Bisa Gratis&Bisa Menghasilkan Uang,Daftar Hari Ini Bonus Voucher 50…

  • Andalas canopy

    Andalas Java Steel ahlinya canopy besi&stenlis pager tralis harga bersaing, berkwalit…

  • PT Paprindo butuh karyawan

    PT Raprindo jogja butuh staf kantor pria/wanita 17-55tahun smu-s1 income +-600ribu/minggu.

  • Butuh Satpam

    Butuh Satpam Pria/wanita Untuk DIY SMP/SMA Maksimal 35tahun Minimal 167cm Info Jelas Hubun…

  • Butuh babysiter

    Butuh Segera PRT Bisa Momong Bayi,Muslim,Sabar,Jujur,Tidur Dlm 800Ribu-1Juta Kasongan Bant…

Menarik Juga »