Satuan Radar TNI AU "Tergusur" Proyek Bandara

Foto Ilustrasi Radar
JIBI/Harian Jogja/ReutersFoto Ilustrasi Radar JIBI/Harian Jogja/Reuters

KULONPROGO-Satuan Radar 215 TNI Angkatan Udara di Dusun Congot, Desa Jangkaran, Temon melakukan survei lokasi alternatif. Pasalnya, daerah tersebut masuk dalam wilayah calon bandara Kulonprogo.

Dihubungi belum lama ini, Komandan Sat Radar 215 Congot Mayor Muhammad Fatih Amin mengatakan berdasarkan luas areal yang dibutuhkan, proyek bandara kemungkinan besar akan menggusur keberadaan satuan radar karena panjang landasan (runway) mencapai batas Sungai Bogowonto. Karena itu, sebagai solusi, satuan tersebut bisa dipindahkan.

Lanjut dia, setahun silam, pihaknya melakukan survei untuk mencari alternatif lokasi relokasi. Dalam survei tersebut diperoleh tiga lokasi yang memungkinkan, yakni di wilayah Jurangjero (Panjatan), Gunung Tangkisan dan Beji (Kokap) dengan luas lahan masing-maisng empat hektare.

Setleah melakukan survei, hasilnya lokasi di wilayah Panjatan dinilai paling sesuai karena dari segi kontur area berada di atas perbukitan serta memiliki daya jangkau hingga laut lepas mencapai 300 kilometer.

Sedangkan dua lokasi lainnya kurang baik, karena daya jangkau banyak terhalang pegunungan.

Sementara itu Kadisops Satuan Radar Mayor Nanang Mahfudi mengatakan, pihaknya berharap proses relokasi harus diawali dengan kepastian bangunan pengganti sesuai arahan dari pusat.

Jangan sampai perangkat radar terlalu lama dinonaktifkan karena bisa menjadi ancaman nasional.

Editor: | dalam: Kulon Progo |


Iklan Cespleng
Menarik Juga »