SEPUTAR MERAPI
Ternak Sapi Merapi Mulai Pulih

Foto Ilustrasi Peternak Sapi 
JIBI/Bisnis Indonesia/RachmanFoto Ilustrasi Peternak Sapi JIBI/Bisnis Indonesia/Rachman

SLEMAN-Populasi ternak sapi perah dan sapi potong di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, saat ini hampir pulih setelah sempat terpuruk akibat erupsi 2010.

“Populasi ternak sapi, baik sapi potong maupun sapi perah, selama tiga tahun terakhir pascaerupsi Merapi terus mengalami peningkatan,” kata Bupati Sleman Sri Purnomo pada penyerahan bantuan kandang komunal dan ternak dari Badan Pangan Dunia, (Food and Agriculture Organization/FAO) bagi korban Merapi di Sleman, Senin (29/4).

Menurut dia, saat ini populasi sapi potong mencapai 54.921 ekor, atau meningkat 6,2 persen dari tahun lalu, sedangkan populasi sapi perah mencapai 3.556 ekor, atau meningkat 1 persen dari tahun lalu.

“Meningkatnya jumlah populasi sapi ini diikuti dengan meningkatnya produksi susu sebesar 12,19 persen dan daging sebesar 2,51 persen,” katanya.

Ia mengemukakan erupsi Merapi 2010 mengakibatkan kematian berbagai jenis hewan ternak. Jumlah hewan ternak yang mati yaitu 2.233 ekor sapi perah, 235 ekor sapi potong, 110 ekor kambing, 37.000 ekor burung puyuh, 47.000 ekor ayam potong dan 106.300 ekor ayam petelur dengan nilai total Rp32,495 miliar.

“Erupsi Merapi juga merusak kandang hewan ternak senilai Rp10,172 miliar, tanaman Hijauan Makanan Ternak (HMT) senilai Rp1,394 miliar dan instalasi air senilai Rp3,896 miliar. Nilai total kerusakan pada sub sektor peternakan tercatat sebesar Rp48,048 miliar,” katanya.

Sri Purnomo menambahkan kerugian yang dihadapi peternak adalah menurunnya atau berhentinya produksi peternakan.

“Dalam kasus sapi perah, jumlah susu yang seharusnya dapat diproduksi adalah sebesar 4.482 liter atau senilai Rp12,549 miliar. Kerugian lain yang dihadapi adalah biaya evakuasi hewan ternak sebesar Rp180,5 juta, biaya penyediaan tanaman HMT sebesar Rp953 juta dan pembuatan kandang sementara sebesar Rp1,602 miliar,” katanya.

Nilai total kerugian pada subsektor peternakan itu tercatat sebesar Rp48,184 miliar.

Perwakilan FAO Mustafa Imir mengatakan dalam program bantuan ini FAO memfokuskan pada tiga poin utama yakni komponen ternak, komponen salak organik dan komponen forum lingkungan.

“Penyerahan bantuan ini hanyalah salah satu bagian saja namun bukan akhir dari proyek FAO. FAO akan terus mendukung peningkatan kapasitas dan aspek organisasi hingga akhir tahun,” katanya.

 

Editor: | dalam: Sleman |
Iklan Baris
  • terima kos putri

    Terima Kos Putri/Karyawati 200ribu/bulan. No HP. 081931199727…

  • Dibeli rumah

    Dibeli rumah:yang mau dilelang bank/turun waris/pemiliknya mau cerai 0274.7155840/08783966…

  • grand livina, juke, march

    Mobil Baru, Grand Livina XV 183 jutaan, Juke, March, Serena. Hubungi: 0852.9256.4723 / BB.

  • CV Mitra Mandiri Grup

    Daftrkn Diri Anda Sekarang Juga! CV. Mitra Mandiri Group membuka lowongan: 1.SPG(Wanita/Pr…

  • tanah disewakan

    Tanah 330M Lokasi Bugisan Prambanan. Hubungi: 087739216357/085743512456…

  • Kijang LGX

    Kijang LGX 97 Biru AB Kota Pajak Panjang Languns Pemilik. H:087739216357…

  • dibutuhkan karyawan kantor

    Dibutuhkan Karyawan Kantor,Pria/Wanita Usia max 23Tahun,Siap Kerja Lapangan, Minimal SMA/S…

  • kredit jaminan BPKB

    Kredit Jaminan BPKB Motor/Mobil Cukup KTP,KK,1 Jam Cair No Bicek No Survey Pendatang Ok Sm…

  • spesialis sumur bor

    Spesialis Sumur Bor 0-100M, Timba, Peresapan dan Service Pompa. Hubungi: PAK ARI 087839448…

  • ahli sumur bor

    AHLI SUMUR/ SEDOT WC, SUKADI, NGLIPAR, HUB. 081 804 060 050…

Menarik Juga ยป