Pedagang Desak Penyelesaian Pembangunan Pasar Sentolo

Foto Ilustrasi Pasar Tradisional
JIBI/Bisnis Indonesia/Nurul HidayatFoto Ilustrasi Pasar Tradisional JIBI/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat

KULONPROGO-Kalangan pedagang Pasar Sentolo Kabupaten Kulon Progo, mendesak pemerintah setempat segera menyelesaikan pembangunan Pasar Percontohan Sentolo.

Perwakilan Perdagang Pasar Sentolo Gunawan di Kulon Progo, Kamis, mengharapkan pembangunan pasar dipercepat agar semua pedagang bisa tertampung, dengan prioritas pedagang pasar lama.

“Kami juga minta dilibatkan dalam pengelolaan tata ruang, meninjau keberadaan pasar modern di dekat pasar, bantuan dana pendampingan untuk pindah dan pasar lama dilarang digunakan untuk berjualan sehingga semuanya berada di pasar yang baru,” kata Gunawan Kamis (2/5).

Ia mengatakan kepindahan pasar, pada pertemuan awal di antara pedagang telah ada konsensus bahwa pedagang baru akan pindah kalau bangunan telah selesai 100%.

Jika tetap dipaksakan digununakan dengan kondisi saat ini, ada kemungkinan akan timbul kecemburuan sosial antar pedagang dan tidak komitmen dengan konsensus yang dibuat sesama pedagang.

“Kami mewakili para pedagang menyampaikan terimakasih dengan diberikan tempat jualan secara gratis. Dalam pemindahan pasar ini, kami dikalangan pedagang telah melakukan konsensus bersama bahwa Pasar Percontohan Sentolo belum akan ditempati, kalau belum bisa menampung seleruh pedagang untuk menghidari kecemburuan antar pedagang,” katanya.

Pedagang Pasar Sentolo Sukadi mengatakan dirinya mendukung sepenuhnya kepindahan pasar. Ia mengatakan, berbagai polemik yang muncul sebelumnya dari penolakan reloasi dikarenakan pembangunannya lamban. Untuk itu, antara pemkab dan pedagang kompak sehingga tidak terjadi permasalahan.

“Sebenarnya ini dilema karena belum jadi semua, sudah mau dibuka. Namun kami tetap mendukung pemindahan pedagang dan nantinya pasar lama di tutup,” kata dia.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan pembangunan Pasar Percontohan Sentolo belum selesai dan tahap pertama ini baru dibangun beberapa kios di depan. Sementara bangunan los masih dalam tahap rencana pembangunan karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pemkab.

Kepala DisperindagESDM Djunianto Marsudi Utomo mengatakan Pasar Percontohan Sentolo yang dibangun dengan dukungan dana pusat termasuk 20 pasar percontohan se-Indonesia. Setelah selesai pembangunan mampu menampung 900 lebih pedagang. Sedangkan pasar Sentolo lama terdapat 525 pedagang.

“Pasar Sentolo yang baru ini nantinya diberikan gratis kepada para pedagang pasar Sentolo lama, hanya dikenakan retribusi saja. Sehingga kalau sekarang ada pendataan kerjasama dengan UGM kemudian akan ditarik biaya, itu jelas tidak benar sama sekali,”katanya.

Editor: | dalam: Kulon Progo |


Iklan Cespleng
Menarik Juga ยป