UN SD 2013
Sempat Khawatir, Sekolah di Jogja Minta Cadangan Soal

Foto Ilustrasi Ujian Nasional SD
JIBI/Harian Jogja/AntaraFoto Ilustrasi Ujian Nasional SD JIBI/Harian Jogja/Antara

JOGJA-Sampai waktu pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SD hari pertama di kota Jogja berakhir, belum ada keluhan yang disampaikan. Sempat merasa khawatir satu sekolah sempat minta tambahan soal untuk berjaga jika terjadi kekurangan.

Berdasarkan pantauan Harian Jogja, pelaksaan UN SD pada hari pertama berjalan lancar. Hal ini seperti yang dijelaskan Kepala SDN Jetis II, Temu Lestari.

“Karena ujian masih berjalan saya belum bertemu pengawas atau siswa. Jadi belum tahu keadaan secara langsung. Tapi sampai saat ini saya belum dengar ada keluhan atau persoalan besar,” ungkap dia kepada Harian Jogja saat ditemui Senin (6/5).

Sementara dari 10 anak didiknya, seluruh siswa hadir dan mengikuti UAN untuk mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia.

Kondisi yang sama disampaikan, Kepala SDN Pingit, Anastasia Sulastri. Menurutnya kesalahan cetak, keluhan terhadap Lembar Jawab Ujian Nasional (LJUN) maupun soal kurang tidak didapati.

Adapun sekolah sempat merasa khawatir. Sebab jumlah siswa kelas 6 di SDN Pingit hanya 21. Sementara jumlah soal dalam satu amplop ada 20 naskah soal dan 1 naskah soal cadangan.

Sekolah sempat meminta satu amplop soal lagi untuk meminimalkan kekurangan soal, LJUN atau kesalahan teknis. Beruntung kekhawatiran tersebut tidak terjadi.

“Untuk masalah teknis tidak ada, semua lancar. Hanya masalah materi saya belum tahu,” ungkapnya.

Masalah materi sendiri berkenaan dengan muatan soal UN seperti soal dobel atau jawaban tidak ada.

Pasalnya ketika UN berakhir, setiap soal dan LJUN kembali dimasukan ke dalam amplop untuk diserahkan ke kelompok kerja (pokja). Sehingga sekolah tidak sempat melakukan pengecekan.

Editor: | dalam: Kota Jogja |
Iklan Baris
Menarik Juga »