RATU HEMAS
Perempuan Dilarang Jual 'Seks' Dalam Berpolitik

130523_hemas-370x246

 

JAKARTA—Partisipasi perempuan dalam parlemen Indonesia perlu ditingkatkan, tetapi harus diimbangi dengan agenda politik yang jelas agar mereka tidak sekedar menjual isu ‘kesetaraan gender’.

Dalam peringatan 100 tahun pemberian hak pilih bagi perempuan Norwegia pada Kamis (23/5/2013), Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas mengatakan perempuan-perempuan di DPR harus lebih kontributif.

“Karena demokrasi akan lebih bermakna jika ada dukungan terhadap persamaan peran perempuan,” lanjutnya.

Tantangan yang kerap dihadapi perempuan dalam berpolitik, menurut Hemas, adalah keharusan mengubah posisi untuk masuk di dalam ranah publik.

“Sejak dahulu kala, tradisi kita mengharuskan perempuan untuk lebih banyak berada di rumah. Untuk itu kita harus berani melakukan perubahan untuk keluar dari tradisi demi mewujudkan pembangunan sosial,” ujarnya.

Anggota DPR RI Eva Kusuma Sundari menambahkan perempuan yang ingin terjun di dunia politik harus menyadari perannya sebagai wakil rakyat. Kuota legislatif sebesar 30%, menurut Eva, seringkali disia-siakan karena anggota legislatif perempuan biasanya lepas tangan setelah mereka menempati posisi di DPR.

Menurut Eva, menarik dukungan dengan mengandalkan posisi sebagai perempuan bukan hal yang dapat dibenarkan.

“Agar tidak sekedar ‘menjual seks’, perempuan yang ingin berpolitik harus memiliki skill dan keunggulan komparatif. Kinerja mereka juga harus dapat diukur melalui kontribusi dan dampak yang mereka berikan,” jelas Eva.

Politikus wanita lain, Yenny Wahid, menjabarkan berbagai tantangan lain yang dihadapi perempuan dalam dunia politik. Direktur Wahid Institute tersebut mengatakan perempuan harus dapat menyeimbangkan peran dalam karir dan keluarga.

“Waktu adalah komoditas terpenting bagi perempuan yang berkarir karena tingkat mobilitas mereka sangat tinggi,” ujar putri mendiang mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu. Dia melanjutkan stigma masyarakat bahwa tidak boleh agresif juga harus diubah.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, lanjut Yenny, ada baiknya perempuan membuat aliansi dengan banyak pihak termasuk laki-laki. Selain itu, perempuan sebaiknya tidak memicu persaingan dengan sesama perempuan dalam berpolitik.

“Kita juga harus menargetkan posisi tertinggi, karena dengan posisi, kita akan memiliki kekuatan untuk mengubah peraturan menjadi lebih baik,” pungkasnya.

 

Editor: | dalam: News,Politik |
Iklan Baris
  • jual sprei handmade

    Sprei dengan proses handmade/gordyn minimalis,harga bersaing.www.anekagordyn.com.087838282…

  • program yamaha dp rendah

    Program yamaha, uang muka rendah, angsuran ringan, proses cepat &mudah.terima Tukar T…

  • borobudur cipta paten

    “Borobudur CiptaPaten & Merk Dagang mengurusrus: 1.Hak Cipta,Paten,MD 2.Izin,Pu…

  • Mitsubishi 100% new

    Mitsubishi 100% New T120SS DP5juta,L300 DP15juta,CANTER 74S,74HD,SHDX DP20juta. Hubungi:08…

  • Rumah dijual dekat bandara baru

    DP 12juta, Minimalis Mewah. Jalur 24jam. Bandara Baru di Polres Wates. Brimob Sentolo …

  • Mutiara Finance

    MUTIARA FINANCE Jl.Kyai Mojo No.76 Bener(Pertigaan Jati kencono). Jaminan BPKB Mobil Tahun…

  • lowongan serabutan

    Dibutuhkan karyawan serabutan untuk grosir jilbab diBantul tidur dalam/luar jujur Gaji600r…

  • butuh kapster

    Butuh Kapster GREEN SPA Jl.Solo KM 15 Bogem. Rame ada Bonus,Pengalaman Tidak Diutamakan. 0…

  • packing teh celup

    Dibutuhkn Segera Kerja Sampingan Bisa Dikerjakan Dirumah Sendiri “Packing Teh Celup&…

  • Butuh tenaga kantor

    Butuh Tenaga Kantor Tanpa Tes Pria/Wanita, Part/Full Time. 17-48tahun. Income 2juta/bulan…

Menarik Juga »