DAGING SAPI
Pemerintah Percepat Jatah Impor

Penjual daging sapi (Dok/JIBI/SOLOPOS)Penjual daging sapi (Dok/JIBI/SOLOPOS)

 

Penjual daging sapi (Dok/JIBI/SOLOPOS)

JAKARTA–Untuk memenuhi kebutuhan permintaan daging sapi dan menjaga stabilitas harga menjelang bulan puasa dan Lebaran, pemerintah mempercepat jatah impor daging sapi bakalan dan nonprime cut.

Perinciannya adalah untuk jenis daging sapi bakalan yang semula dilakukan pada triwulan III dimajukan menjadi pada n triwulan II pada Juni, sedangkan impor daging sapi yang sudah dipotong untuk jenis non prime cut yang untuk semester II akan dimajukan sampai dengan 30 September 2013.

Selain itu, pemerintah juga sepakat untuk tidak melakukan pengkuotaan impor untuk jatah daging sapi kualitas premium tipe prime cut terutama yang didominasi untuk kebutuhan hotel restoran dan katering  yang tidak bisa diproduksi di Indonesia.

Namun, hanya membatasi tiga pintu masuk impor daging sapi yang masuk ke Indonesia terutama untuk sapi jenis prime cut. Antara lain Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang; Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali; dan Bandara Internasional Polonia, Medan.

Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, mengatakan kebijakan tersebut dilakukan sebagai antisipasi menghadapi tingginya permintaan daging sapi menjelang Ramadhan dan lebaran sehingga pemerintah dapat menstabilkan harga daging sapi yang saat ini sudah mencapai sekitar Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram (kg).

“Kami berharap Surat Keputusan untuk tiga kebijakan yang sudah ditandatangani dua Kementerian yakni Kemendag dan Kementan bisa menciptakan suasana yang lebih stabil dari segi harga bisa turun menjadi sekitar Rp76.000 per kg, terutama sebelum Ramadhan di awal bulan Juli,” ujarnya, Senin (27/5/2013).

Sementara itu, Menteri Pertanian Suswono mengatakan hal tersebut dilakukan untuk menghadapi permintaah menjelang Ramadhan dan Lebaran serta kenaikan harga BBM sehingga bisa menurunkan harga daging.

“Ini menjadi prioritas mengingat harga daging kita masih dalam posisi yang cukup tinggi. Kami harap harganya bisa di bawah Rp80.000 per kg,” tuturnya.

Selain itu, Mentan juga akan lebih banyak meningkatkan produksi serta pemanfaatan sapi lokal di daerah. Beberapa kawasan sentra produksi akan siap untuk mensupply permintaan daging sapi. Namun, sambungnya, yang menjadi persoalan saat ini ialah infrastruktur dan transportasi.

“Masalah untuk daging sapi lokal ialah transportasi untuk memasok ke luar pulau Jawa. Ini yang akan dibenahi.”

Di samping itu, dia juga akan mengupayakan agar harga daging sapi di tingkat peternak tidak tertekan dan tetap terjaga di harga Rp30.000 sampai Rp32.000. Angka tersebut menurutnya sudah cukup dan masih ada keuntungan.

Editor: | dalam: Ekonomi |
Iklan Baris
  • Jual mesin fotokopi

    Jual Mesin& Suku Cadang Canon ir 5075,6570,3570,3045 Teriam Servise. Hubungi: 0877390…

  • karyawan konter HP

    Dibutuhkan 2karyawan konter HP langsung kerja.sholat,minimal SMA,gaji menarik+bonus.Lamara…

  • Butuh tenaga masak

    Cari 3 Tenaga Masak &Serabutan Wanita 20tahun Single/Janda Muslim Jujur Rajin Gaji 60…

  • Butuh Satpam

    Butuh Satpam Pria/wanita Untuk DIY SMP/SMA Maksimal 35tahun Minimal 167cm Info Jelas Hubun…

  • Rias pengantin gaya

    Rias Pengantin Gaya 1,5juta:Paes Ageng Yogya,Paes Solo,Paes Basahan, Muslim Barat 08776080…

  • Andalas canopy

    Andalas Java Steel ahlinya canopy besi&stenlis pager tralis harga bersaing, berkwalit…

  • PT Paprindo butuh karyawan

    PT Raprindo jogja butuh staf kantor pria/wanita 17-55tahun smu-s1 income +-600ribu/minggu.

  • Butuh babysiter

    Butuh Segera PRT Bisa Momong Bayi,Muslim,Sabar,Jujur,Tidur Dlm 800Ribu-1Juta Kasongan Bant…

  • Biro umroh haji

    Ibadah Umroh/Haji Bisa Gratis&Bisa Menghasilkan Uang,Daftar Hari Ini Bonus Voucher 50…

  • Jual villa dan tanah

    Jual Villa+Tanah 12000m Lokasi Piyungan, Pemandangan Bagus,SHM.Dijual Juga Kos kosan LT333…

Menarik Juga »