BABAK 12 BESAR DIVISI UTAMA
PSCS Cilacap Buta Kekuatan Persisko & Perseta

Divisi Utama Liga Indonesia

CILACAP-PSCS Cilacap mengaku buta kekuatan dua calon lawannya, Persisko Tanjabar dan Perseta Tulungagung, pada babak 12 besar Grup A Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama Liga Indonesia pada 28 Juni.

“Kalau Persik, kami sudah mengetahui kekuatannya karena PSCS pernah bertanding melawan tim asal Kediri itu pada musim kompetisi sebelumnya. PSCS pernah menang di kandang dan kalah saat bertandang di Kediri,” kata Ketua Harian PSCS Cilacap Farid Ma’ruf, Selasa (25/6/2013).

Kendati demikian, dia mengatakan melihat hasil perolehan poin pada babak penyisihan di masing-masing grup, Persisko Tanjabbar dan Perseta Tulungagung berada jauh dari PSCS Cilacap yang mendapatkan 35 poin dan menempati peringkat pertama Grup 2.

Dalam hal ini, Persisko Tanjabbar menempati peringkat kedua grup 1 dengan 19 poin, sedangkan Perseta Tulungagung menempati peringkat ketiga Grup 3 dengan 22 poin.

Dengan demikian, Farid mengaku optimistis PSCS mampu mengantisipasi Persisko maupun Perseta.

Sementara untuk Persik, kata dia, PSCS harus mewaspadainya karena tim asal Kediri ini pada babak penyisihan menempati peringkat pertama Grup 5 dan memperoleh 29 poin.

“Di antara calon lawan PSCS, Persik memang harus diperhitungkan. PSCS harus bisa melewati babak 12 besar ini dengan baik, sehingga bisa melaju ke babak semifinal,” katanya.

Terkait hal itu, dia mengatakan bahwa saat ini anak-anak PSCS mulai menjalani latihan guna meningkatkan performa pemain.

“Fisik para pemain juga perlu ditingkatkan kembali,” katanya.

Menurut dia, salah satu pemain andalan PSCS, Julia Mardianus, tidak dapat diturunkan saat laga perdana babak 12 besar menghadapi Persisko Tanjabbar di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Jumat (28/6).

Selain itu, kata dia, pihaknya berencana menggeser posisi Nningue yang dinilai kurang maksimal dalam bertanding.

“Posisi Nningue kemungkinan akan diganti Ibrahim Ibnu Anas atau pemain lainnya,” kata Farid.

Secara terpisah, pelatih PSCS Cilacap Gatot Barnowo mengatakan bahwa pihaknya memandang perlu untuk melakukan pembenahan dan evaluasi terhadap para pemain.

Oleh karena itu, dia meminta manajemen untuk melakukan evaluasi sebelum melangkah ke babak 12 besar.

“Kami harus memberikan tekanan kepada pemain untuk 12 besar nanti. Pemain yang tidak memberikan kontribusi, mau tidak mau harus ditekan untuk meningkatkan kualitasnya atau tidak,” katanya.

Editor: | dalam: Indonesia,Sepak Bola |
Iklan Baris
Menarik Juga ยป