ROYAL WEDDING NGAYOGYAKARTA
Pesta Rakyat, Ada Angkringan Gratis di Malioboro

Putri Sultan HB X, GKR Hayu bersama suaminya, KPH Notonegoro. (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)Putri Sultan HB X, GKR Hayu bersama suaminya, KPH Notonegoro. (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)

Pernikahan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu dengan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro dikonsep menjadi sebuah pesta rakyat. Bagaimana Kraton merencanakannya?

GKR Hemas, ibu GKR Hayu mengatakan, persiapan pernikahan sudah mencapai 85%. Kali ini persiapan yang dilakukan tak sesederhana seperti pada pernikahan GKR Bendara, putri bungsunya pada Oktober 2011 silam.

Arak-arakan kereta dari Pagelaran menuju tempat resepsi di Bangsal Kepatihan merupakan hal serius yang harus dipersiapkan dengan matang. Acara resepsi itu sedianya akan dilakukan pada 23 Oktober, sehari setelah ijab pernikahan. “Kirab akan lebih besar dibandingkan sebelumnya,” kata Hemas di kompleks Kantor Gubernur, Kepatihan, Senin (7/10/2013).

Sebagaimana diketahui, dalam pernikahan putri keempatnya tersebut, 12 kereta bakal dikeluarkan dari Museum Kereta Kraton. Di antaranya adalah Kereta Kiai Jongwiyat yang akan dinaiki pasangan temanten dan kereta Kiai Wimono Putro, kereta untuk raja dan permaisurinya.

Saat acara arak-arakan itulah, menurut Hemas, rakyat yang turut serta menyaksikannya dapat ikut turut berpesta. Berbagai makanan dari angkringan bakal disiapkan di sepanjang jalan yang dilewati arak-arakan kereta terutama di Malioboro. Arak-arakan itu menuju kepatihan dengan melawan arah Jalan Malioboro pukul 08.00 WIB.

Semua makanan itu tak hanya disiapkan dari Kraton saja, tapi sumbangan makanan justru mengalir dari berbagai pemangku kepentingan di Malioboro.“Ada bantuan dari pedagang di sepanjang Malioboro, pengelola parkir dan pedagang di pasar. Bahkan masyarakat dari kabupaten juga ada,” ujar Hemas.

Hanya sampai sekarang, ia belum dapat menghitung berapa sumbangan yang masuk. Alasannya, semakin hari, semakin banyak masyarakat yang ingin terlibat memberikan makanan untuk pesta rakyat tersebut. “Sehingga belum bisa diprediksi,” ujarnya.

Hemas berharap, masyarakat yang ikut menyaksikan arak- arakan dapat menjaga ketertiban. Rencananya, di sepanjang jalan yang dilewati kereta akan dipasang pagar besi. Agar warga tidak menghalangi rentetan panjang arak-arakan tersebut.

Editor: | dalam: Kota Jogja |
Iklan Baris
Menarik Juga »