BOM MOLOTOV
Balaidesa Banyuraden Jadi Sasaran

Ilustrasi molotov cocktail atau bom bakar (JIBI/Solopos/Dok.)Ilustrasi molotov cocktail atau bom bakar (JIBI/Solopos/Dok.)

Harianjogja.com, SLEMAN – Teror menggunakan bom sejenis molotov kembali terjadi di Gamping, Sleman. Gedung Serbaguna Balaidesa Banyuraden, Gamping, Sleman dimolotov orang tak dikenal pada Minggu (5/1/2014) sekitar pukul 02.00 WIB.

Tercatat dalam satu bulan ini sudah tiga kali aksi pelemparan molotov terjadi di Kecamatan Gamping. Adapun sasarannya yakni rumah dinas camat dan gedung serbaguna milik kantor pemerintahan desa serta toko modern berjejaring.

Pantauan Harian Jogja Minggu pelemparan molotov mengenai pintu utama gedung serbaguna Desa Banyuraden, Gamping. Gedung itu terletak sebelah selatan dalam satu kompleks Kantor Kepala Desa Banyuraden. Pintu dengan kayu terukir motif gunungan pewayangan itu tampak hangus terbakar. Dari ujung bawah hingga atas pintu.

Pelaku diduga melemparkannya dari luar pagar bagian depan gedung yang hanya berjarak sekitar lima meter.
Pada sekitar pintu yang dilempar juga ditemukan sisa-sisa bahan molotov seperti pecahan botol serta sumbu dan masih berbau bahan bakar sejenis solar. Pengamatan di lapangan, kasus itu mirip dengan aksi pelemparan sebelumnya di rumah dinas Camat Gamping, Budiharjo serta halaman minimarket Jalan Wates Kilometer 4,5 Gamping.

Panjang Lestari, 53, penjaga malam kantor pemerintahan Desa Banyuraden kali pertama mengetahui peristiwa pelemparan molotov.
“Setelah saya lihat di bawah pintu pecahan botol, baunya solar, berarti dilempar dan hangus terbakar,” terang warga Dusun Tegalyoso, Banyuraden ini saat ditemui Minggu pagi.

Editor: | dalam: Sleman |


Iklan Cespleng
Menarik Juga »