KELANGKAAN ELPIJI
Warga Pelosok Beralih ke Kayu Bakar

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Kelangkaan elpiji di Gunungkidul membuat warga beralih ke kayu bakar

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Warga di pedalaman Gunungkidul mulai beralih menggunakan kayu bakar akibat krisis bahan bakar elpiji tiga kilogram alias gas melon. Kelangkaan gas bersubsidi itu telah dirasakan warga sejak sebulan terakhir.

Gunarto, warga Dusun Kauman, Dadapayu, Semanu, Gunungkidul ditemui Senin (17/10/2016) mengungkapkan, warga kesulitan mendapatkan elpiji karena tidak lagi tersedia di warung-warung. “Sudah sebulan ini seret,” ungkap Gunarto.

Kalau pun ada, harga satu tabung gas melon mencapai hingga Rp23.000. Gunarto tak tahu apa penyebab langkanya gas elpiji di pedalaman Semanu itu. Padahal kata dia, mayoritas warga desanya sudah menggunakan elpiji sesuai kebijakan pemerintah beberapa tahun lalu.

Lantaran tidak mendapat bahan bakar, warga mulai beralih menggunakan kayu bakar agar tetap dapat memasak. “Saya sebulan ini juga sudah pakai kayu bakar,” papar dia.

Di Gunungkidul, sebagian besar warga masih memiliki tungku perapian di rumahnya. Saat gas elpiji langka, warga dapat beralih memasak menggunakan tungku.

“Beda dengan di kota, kalau di kota sudah banyak yang tidak pakai tunggu. Di sini di rumah-rumah masih ada,” papar dia.

Bersambung halaman 2

Editor: | dalam: Gunung Kidul |
3
Menarik Juga »