PASAR ANGKRUKSARI
Investigasi Digelar, Apa Hasilnya?

Harian Jogja/Arief Junianto
Tumpukan pasir yang dipakai oleh PT Citra Prasasti Konsorindo dalam proyek pembangunan Pasar Angkruksari. Foto diambil Senin (21/11) sore.Harian Jogja/Arief Junianto Tumpukan pasir yang dipakai oleh PT Citra Prasasti Konsorindo dalam proyek pembangunan Pasar Angkruksari. Foto diambil Senin (21/11) sore.

Pasar Angkruksari, pembangunan diklaim tak main-main.

Harianjogja.com, BANTUL — Dugaan penggunaan pasir pantai oleh PT Citra Prasasti Konsorindo (CPK) selaku pelaksana proyek pembangunan Pasar Angkruksari terbantahkan. Pihak pelaksana proyek tersebut menegaskan pasir yang mereka gunakan berasal dari suplier material resmi dari Sleman. Bahkan mereka pun memiliki bukti surat jalan yang membuktikan bahwa bantahan mereka tersebut beralasan.

Kepala Seksi Bangunan dan Gedung Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bantul Suprapto menuturkan, paska-dipanggil oleh Komisi C DPRD Bantul beberapa waktu lalu, pihaknya melakukan investigasi terhadap penggunaan pasir oleh PT CPK itu. Salah satu upaya yang dilakukannya adalah dengan melakukan pembandingan secara langsung antara pasir yang digunakan oleh PT CPK dengan pasir pantai.

“Samplenya, kami gunakan pasir pantai Goa Cemara sebagai pembandingnya,” ucap Suprapto.

Untuk sementara, hasilnya memang terlihat mirip. Hanya saja, perbedaan yang terlihat jelas adalah dari warna pasirnya. “Kalau pasir yang dipakai PT CPK itu agak keruh. Sedangkan pasir pantai berwarna putih bersih,” imbuhnya.

Meski begitu, ia mengaku belum bisa menarik kesimpulan apapun terkait hasil pembandingan itu. Sejauh ini, pihaknya masih yakin pasir yang digunakan oleh PT CPK itu bukan merupakan pasir pantai, melainkan pasir dari sungai.

Seperti diketahui, sisa waktu 30 hari sebelum waktu penyerahterimaan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul membuat pihak pelaksana proyek Pasar Angkruksari gerak cepat. Hingga kini pihak PT Citra Prasasti Konsorindo selaku pelaksana proyek senilai Rp12,3 miliar itu mengklaim pengerjaan mereka telah mencapai progres hingga 85%.

Kepala Proyek Pasar Angkruksari Totok Wisnu optimistis, hingga batas akhir pengerjaan pertengahan Desember mendatang, pihaknya bisa merampungkan 15% sisa pengerjaan tersebut. Diakuinya, beberapa bagian yang belum dirampungkannya saat ini adalah pemasangan keramik pada dua los besar, pavingisasi, dan finishing.

“Saya optimistis bisa selesai,” akunya, Senin (21/11/2016) sore.

Editor: | dalam: Bantul |
Menarik Juga »