OTORITAS JASA KEUANGAN
Kondisi Perbankan 2017 Diprediksi Tumbuh

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/wordpress.com)

Otoritas Jasa Keuangan optimisi dengan pertumbuhan ekonomi tahun ini

Harianjogja.com, JAKARTA – Ketahanan industri perbankan dan industri keuangan non bank (IKNB) selama 2016 secara umum masih memadai. Risiko likuiditas, dan kredit masih terjaga, ditopang oleh permodalan yang cukup tinggi. Pada 2017 pun, diproyeksikan kondisi perbankan Indonesia tetap tumbuh.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad di Jakarta mengatakan, per November 2016, Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan berada pada level 23,13%, jauh di atas ketentuan minimum 8%. Risk-Based Capital (RBC) industri asuransi juga terjaga pada level yang tinggi (509,82% untuk asuransi jiwa dan 266,1% untuk asuransi umum). Pada perusahaan pembiayaan, gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 3,02 kali, masih jauh di bawah ketentuan maksimum 10 kali dan menyediakan banyak ruang untuk pertumbuhan.

Kredit bermasalah di perbankan (Non-Performing Loan/NPL) terjaga pada level yang relatif rendah, yaitu 3,18% gross; 1,38% net. Demikian juga pada perusahaan pembiayaan, Non-Performing Financing (NPF) juga terjaga pada level yang rendah, yaitu 3,20%. “Di tengah kondisi perlambatan ekonomi, level NPL dan NPF tersebut masih terjaga,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com akhir pekan lalu.

OJK senantiasa bersama-sama dengan anggota Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) memantau perkembangan terkini pasar dan perekonomian global maupun domestik.

Sementara itu, sepanjang tahun 2016, Dana Pihak Ketiga tumbuh sebesar 8,40% yoy menjadi Rp4.734 triliun yang didominasi oleh pertumbuhan tabungan sebesar 12,49% kemudian giro (8,29%) dan deposito (5,85%).

Sementara itu total aset, kredit dan DPK industri perbankan tahun 2017  diproyeksikan tumbuh masing-masing sebesar 11,28% yoy, 13,25% yoy dan 11,94% yoy.

Editor: | dalam: Ekonomi |
Menarik Juga »