INFORIAL

BANDARA KULONPROGO
Review RDTR Bandara Sejauh 20 Kilometer

Belasan warga terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) asal Dusun Bapangan dan Kepek, Desa Glagah, Temon, menemui Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo di kantornya, Senin (18/4/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)Belasan warga terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) asal Dusun Bapangan dan Kepek, Desa Glagah, Temon, menemui Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo di kantornya, Senin (18/4/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)

Bandara Kulonprogo untuk RDTR ditinjau

Harianjogja.com, KULONPROGO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo mulai melakukan peninjauan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan bandara pada tahun ini. Perencanaan ini sedianya akan meliputi kawasan hingga jarak 20 kilometer dari pintu terluar Bandara Temon.

Kepala Bidang Pengaturan dan Pembinaan Tata Ruang Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (PTR) Kulonprogo, Langgeng Raharjo menerangkan review RDTR kawasan bandara menjadi agenda tahun ini. Langkah pertama meliputi mengumpulkan data aktivitas perekenomian serta sejumlah potensi lainnya yang bisa dikembangkan.

Jarak hingga 20 kilometer akan mencapai areal Kota Wates. Penataan ini termasuk gambaran areal yang diperuntukkan bagi investasi.

“Januari-Februari mulai persiapan, Maret nanti kita mulai lelang,”ujarnya pada Selasa(10/1/2017).Lelang akan dilakukan untuk merekrut konsultan bagi penataan ini.

Langgeng menerangkan jika penataan ini tentunya akan selaras dengan pengembangan airport city yang dilakukan oleh Angkasa Pura. Dengan demikian, kedua konsep ini bisa sama-sama mendukung dan menguntungkan. Selain itu, pertumbuhan pariwisata juga menjadi pertimbangan utama khususnya dengan akses Bedah Menoreh sebagaimana ditetapkannya Kulonprogo sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) penyokong Borbudur.

Dijelaskan jika sebelumnya Pemkab Kulonprogo sudah pernah menyusun review yang nyaris serupa ketika isu bandara digulirkan. Namun, hal tersebut kemudian tak dikembangkan karena masih ada pro kontra soal lokasi bandara. Konsultas publik yang sebelumnya direncanakan kemudian juga dibatalkan atas rekomendasi dari pemerintah provinsi DIY.

Sebelumnya, Agung Kurniawan, Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu (BPMPT) Kulonprogo mengatakan RDTR sudah diterapkan untuk sejumlah investor yang berminat masuk ke Kulonprogo.

“Sejumlah investor yang masuk, khususnya perhotelan sudah memahami hal ini,”jelasnya. Selain itu, Pemkab Kulonprogo menekankan bahwa hal tersebut harus sesuai dengan ketentuan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) yang telah dikoordinasikan dengan Angkasa Pura.

Agung menguraikan bahwa salah satu investor jaringan hotel yang telah mengantongi izin pembangunan di kawasan bandara juga hanya akan membangun hotel setinggi 4 lantai. Selain persiapan investasi dan infrastruktur, Pemkab Kulonprogo juga akan mengkaji soal sejumlah fasilitas umum dan fasilitas sosial di daerah sekitar bandara.

Editor: | dalam: Kulon Progo |
Menarik Juga »