INFORIAL

Disneyland Sudah Survei di Kulonprogo Tahun Lalu

Fireworks fill the sky and doves are released during the finale at Disneyland's 50th anniversary celebration ceremony at the Disneyland theme park as "The Happiest Homecoming on Earth" begins in Anaheim, California in this May 5, 2005 file photo. REUTERS/Fred ProuserIlustrasi (JIBI/Reuters)

Disneyland di Kulonprogo menjadi wacana yang hangat dibicarakan warga

Harianjogja.com, KULONPROGO-Penjajakan Walt Disney Company untuk rencana pembangunan Disneyland di Kulonprogo ternyata sudah dilakukan sekitar satu tahun lalu. Sejak saat itu, belum ada tindak lanjut mengenai realisasi pendirian taman hiburan tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Kulonprogo, Agung Kurniawan, Selasa (10/1/2017).

Dia mendapatkan informasi tersebut setelah melakukan komunikasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY. “Betul dari Disneyland sudah penjajakan, khususnya di Tuksono. Itu setahun yang lalu,” kata Agung.

Perwakilan Walt Disney Company memang telah melakukan penjajakan dan melakukan survei awal di Tuksono. Meski begitu, kegiatan itu belum membuahkan tindak lanjut apapun hingga saat ini.

Agung pun kembali menegaskan jika pihak calon investor bahkan belum menghubungi atau datang langsung ke DPMPT Kulonprogo untuk membahas rencana pembangunan Disneyland secara resmi.

Agung lalu mengatakan, wilayah Sentolo yang diperuntukkan sebagai kawasan wisata terletak di tepi Sungai Progo dan sekitar Jembatan Bantar. Luasnya diperkirakan mencapai 50 hektare (ha).

Namun, potensi tersebut tidak hanya terletak di Tuksono tetapi juga dua desa lain, yaitu Sentolo dan Banguncipto. “Posisi sekarang itu ladang dan sebagian kecil permukiman,” ujar Agung.

Terpisah, Kepala Desa Tuksono, Panut Hadisantoso mengatakan Tuksono memiliki lahan seluas satu ha yang benar-benar sudah siap dimanfaatkan sebagai kawasan wisata.

Potensi itu tersebar di Dusun Giling, Karang, Kalisono, dan Kaliwiru, dan Wonobroto yang terletak di tepi Sungai Progo. Panut berpendapat, upaya pengembangan sebenarnya masih mungkin dilakukan untuk menambah luas lahan hingga mencapai 30-50 ha.

“Itu bentuknya lahan pekarangan dan pertanian atau sawah tadah hujan,” ucap Panut.

Panut memaparkan, lokasi yang sempat dilirik untuk pembangunan taman hiburan terletak di Dusun Wonobroto dan Kaliwiru. Luas yang diharapkan mencapai 20 ha. Namun, lahan yang dimaksud terletak di kawasan industri sehingga tidak bisa difungsikan sebagai lokasi pengembangan obyek wisata.

Panut mengatakan, sebagian besar wilayah Tuksono memang merupakan kawasan industri sesuai Peraturan Daerah No.1/2012 tentang Rencana Detil Tata Ruang Wilayah.

Editor: | dalam: Kulon Progo |
Menarik Juga »