HARGA CABAI
Tekan Harga, Bulog DIY Ikut Distribusikan Cabai

Pedagang sayuran Pasar Kranggan bernama Katiyem memilah-milah cabai busuk untuk dijual pada konsumen, Senin (9/1/2017). (Bernadheta Dian Saraswati /JIBI/Harian Jogja)Pedagang sayuran Pasar Kranggan bernama Katiyem memilah-milah cabai busuk untuk dijual pada konsumen, Senin (9/1/2017). (Bernadheta Dian Saraswati /JIBI/Harian Jogja)

Harga cabai ikut menjadi perhatian Bulog

Harianjogja.com, JOGJA-Tingginya harga cabai membuat Perum Bulog Divre DIY ikut berupaya membantu Pemerintah menekan harga di pasaran. Caranya, dengan melakukan operasi pasar melalui Rumah Pangan Kita (RPK). RPK adalah agen penjualan komoditas bahan pangan dari Bulog yang dilakukan oleh rumah tangga.

Kepala Perum Bulog Divre DIY Miftahul Adha mengatakan, mulai Rabu (11/1/2017) Bulog akan mendistribusikan cabai rawit kepada agen-agen RPK yang bersedia menjual komoditas tersebut pada konsumen. Bulog mematok harga eceran tertinggi (HET) cabai rawit sebesar Rp85.000 per kilogram (kg).

“Saya kira harga Rp85.000 dibandingkan di pasaran yang sudah sampai Rp100.000 sudah cukup ideal untuk membantu menekan harga,” katanya pada Harianjogja.com melalui sambungan telepon, Selasa (10/1/2017).

Bulog mendatangkan komoditas cabai rawit dari petani. Untuk tahap awal ini, Bulog menyediakan 200 kg kepada RPK. Ke depan pihaknya akan mengevaluasi terkait respons masyarakat terhadap cabai rawit yang disalurkan melalui RPK tersebut.

Jika memang dirasa kurang optimal, ada pertimbangan lain yaitu dengan menggelar operasi pasar cabai rawit langsung ke pasar tradisional. “Nanti kita evaluasi salurannya. Salurannya itu ya lewat RPK atau langsung pasar,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan RPK ini juga menjadi agen penekan harga komoditas yang sedang mengalami fluktuasi harga yang signifikan, seperti halnya cabai rawit yang akhir-akhir ini mencapai Rp100.000 per kg. Peran RPK dalam  menekan harga komoditas bahan pangan juga diharapkan bisa semakin mendekatkan diri kepada rumah tangga.

Sementara itu, salah satu Sahabat RPK dari Purwomartani, Kalasan, Sleman, Widyastuti mengatakan, ia tidak tertarik menjual cabai rawit di RPK-nya karena mayoritas konsumennya hanya membutuhkan sembako sepeti beras dan gula.

Ia juga mengatakan, HET cabai rawit Rp85.000 per kg terhitung masih tinggi karena saat ini harga cabai rawit sudah berangsur turun. “Di pasaran sudah Rp80.000. Semestinya harganya bisa lebih rendah lagi sama pasaran,” katanya.

Pedagang sayuran di Pasar  Jangkang, Widodomartani, Ngemplak Agustina juga mengatakan saat ini harga cabai rawit di daerah pinggiran semakin turun. Pada Selasa kemarin, ia sudah menjual Rp80.000 per kg.

Editor: | dalam: Kota Jogja |
2
Menarik Juga »