JAMINAN KESEHATAN WARGA MISKIN
Gunungkidul Alokasikan Rp12,5 Miliar untuk Iuran BPJS

Iluistrasi perawatan pasien DBD. (JIBI/Solopos/Antara/Syaiful Arif)Iluistrasi perawatan pasien DBD. (JIBI/Solopos/Antara/Syaiful Arif)

Jaminan kesehatan warga miskin di Gunungkidul diberikan melalui program BPJS

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp12,5 miliar untuk Peserta Bantuan Iuran BPJS Kesehatan di 2017. Rincian dari alokasi ini, untuk 33.000 warga yang sudah terdaftar dan tambahan peserta baru sekitar 10.000 jiwa.

Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawati mengakui bahwa Pemkab mulai awal 2016 lalu, sudah tidak mengalokasikan anggaran untuk Jaminan Kesehatan Semesta.

Namun sebagai gantinya, warga yang kurang mampu diikutkan ke dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan.

Menurut dia, pernyataan ini sekaligus menyanggah adanya informasi terkait dengan adanya penolakan peserta jamkesda (di Gunungkidul dikenal dengan jamkesta) yang ditolak oleh puskesmas dan rumah sakit di Gunungkidul.

“Semua sudah mulai diintegrasikan ke BPJS. Jadi para peserta akan mendapatkan keuntungan yang lebih ketimbang kepesertaan jamkesta,” katanya kepada wartawan, Selasa (10/1/2017).

Dia menjelaskan, untuk tahun ini alokasi anggaran untuk PBI JKN BPJS sebesar Rp12,5 miliar. Dana ini rencananya untuk mengcover 33.000an peserta BPJS yang dibiayai oleh APBD.

“Dari jumlah anggaran itu, kami juga masih menyisihkan dana untuk warga yang tercecer karena belum tercover jaminan dengan kuota sekitar 10 ribuan peserta,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Gunungkidul Siwi Iriyanti membenarkan pihaknya masih membuka perndaftaran kepesertaaan BPJS Kesehatan bagi keluarga kurang mampu.

Untuk bisa ikut dalam kepesertaan ini, warga harus mendaftarkan di tempat pelayanan di Dinas Sosial. Adapun persyaratannya, warga harus membawa surat keterangan dari tingkat desa dan kecamatan.

“Nanti peserta yang mendaftar akan kami verifikasi ulang. Tujuannya untuk menentukan pemohon layak atau tidak menerima bantuan,” kata Siwi.

Editor: | dalam: Gunung Kidul |
3
Menarik Juga »