Maret 2017, Harga Elpiji 3 Kg Rp30.000!

Foto ilustrasi gas si melon (JIBI/Bisnis/Dok.)Foto ilustrasi elpiji 3kg (JIBI/Bisnis/Dok.)

Mulai Maret 2017, harga elpiji 3 kg akan naik menjadi Rp30.000 atau sesuai harga keekonomian Rp10.000/kg.

Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah akan menerapkan penyaluran subsidi ?langsung untuk elpiji 3 kg mulai Maret 2017. Harga elpiji 3 kg akan sesuai harga keekonomian sekitar Rp30.000/tabung, kecuali untuk kelompok warga penerima subsidi.

Warga yang menerima subsidi elpiji 3 kg adalah 26 juta rumah tangga miskin dan 2,3 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di?rektur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja menjelaskan dengan penerapan subsidi langsung tersebut, harga elpiji akan mengalami kenaikan.

”Elpiji 3 kg tetap satu harga. Jadi naik, tapi ada yang akan dapat subsidi,” kata Wiratmaja di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (10/1/2016).

Saat penyaluran subsidi langsung diterapkan, elpiji 3 kg akan dijual berdasarkan harga keekonomian. Saat ini rata-rata harga keekonomian elpiji sekitar Rp10.000/kg. Warga juga disarankan untuk beralih ke bright gas 5,5 kg yang bertabung warna pink.

Dia menyatakan masyarakat yang masuk kategori miskin dan UMKM yang berhak menerima subsidi elpiji 3 kg bisa membeli elpiji itu dengan menggunakan kartu yang dikeluarkan Kementerian Sosial (Kemensos).

Di kebijakan itu, Kemensos telah meluncurkan Kartu Bisa atau Kartu Keluarga Sejahtera untuk digunakan warga miskin membeli berbagai kebutuhan bahan pokok di e-Warong. Beberapa kelurahan di Kota Solo dan desa di Boyolali sudah menerapkan e-Warong sebagai penyaluran bantuan bagi warga miskin.

Bantuan itu sebagai pengganti beras untuk rakyat sejahtera (rastra) atau dikenal dengan raskin. ”Satu kartu itu enggak hanya elpiji, tapi ada yang lain-lainnya. Ada bantuan beras dan lainnya,” ujar dia.

Wiratmaja menyatakan kebijakan penyaluran subsidi langsung akan diterapkan bertahap pada Maret 2017. Setiap masyarakat yang mendapat subsidi akan mendapat jatah 3 tabung untuk rumah tangga dan 9 tabung untuk usaha mikro per bulan. ”Jadi keluarga yang berhak dapat satu kartu yang nantinya dapat jatah elpiji 3 kg sebanyak 3 tabung per bulan. Kalau yang usaha mikro [dapat] 9 tabung,” kata dia.

Dalam APBN 2017 pagu subsidi elpiji diturunkan dari Rp28 triliun menjadi Rp20 triliun dengan asumsi penerima elpiji 3 kg berkurang. Untuk melaksanakan subsidi langsung akan direvisi Peraturan Presiden No. 104/2007 agar sasaran kebijakan tersebut lebih spesifik. Pada aturan tersebut, penerima subsidi rumah tangga dan usaha mikro diubah menjadi rumah tangga miskin dan usahan mikro.

Melalui perubahan tersebut, jumlah penerima paket elpiji akan tereduksi dari 54,9 juta rumah tangga menjadi 26 juta rumah tangga ditambah 2,3 juta usaha mikro mengacu pada data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Ketua Bidang Elpiji 3 Kg Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Soloraya, Agustinus Adhitya P., mengatakan belum mengetahui mekanisme penyaluran elpiji 3 kg dengan sistem subsidi langsung karena belum ada pemberitahuan secara resmi dari Pertamina. Dia mengaku mengetahui rencana subsidi langsung atau penyaluran tertutup elpiji 3 kg dari media massa beberapa waktu lalu.

”Sampai sekarang masih menunggu pemberitahuan resmi mengenai mekanisme penyaluran dan harga elpiji 3 kg dari Pertamina,” kata laki-laki yang akrab disapa Adhit ini saat dihubungi Solopos.com.

Editor: | dalam: Ekonomi |
Menarik Juga »