INFORIAL

UMKM Bantul Terbukti Tumbuh 40% dalam 5 Tahun

Salah satu gerabah hasil kerajinan salah satu pengrajin yang dijual di gerai Timbul Kasongan, Rabu (22/7/2015). (JIBI/Harian Jogja/Arief Junianto)Salah satu gerabah hasil kerajinan salah satu pengrajin yang dijual di gerai Timbul Kasongan, Rabu (22/7/2015). (JIBI/Harian Jogja/Arief Junianto)

UMKM Bantul tumbuh 40% dalam lima tahun

Harianjogja.com, BANTUL-–Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian Kabupaten Bantul mencatat pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) selama 5 tahun terakhir sebesar 40%. Pertumbuhan itu dinilai akibat dari perkembangan destinasi wisata.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian Kabupaten Bantul, Sulistyanta menyebut tingginya kunjungan wisatawan di Bantul pada 2016 berpengaruh terhadap pertumbuhan UMKM.

“Wilayah yang pesat pertumbuhannya itu di Tibur, jalur Imogiri Timur dan Imogiri Barat,” jelasnya, Selasa, (10/1/2017).

Jalur Imogiri Timur dan Imogiri Barat adalah lokasi pertumbuhan UMKM paling pesat, sebab jalur tersebut menjadi jalur utama wisatawan. Jalur itu dilalui wisatawan yang hendak ke Hujan Pinus, Kebun Buah Mangunan ataupun dijadikan jalur alternatif wisatawan menuju objek wisata di Kabupaten Gunungkidul.

Kata dia, berdasarkan data sesus ekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama lima tahun terakhir, pertumbuhan UMKM di Bantul mencapai 40%.

Jika dirata-rata maka per tahun terdapat pertumbuhan sebesar 8%. Angka itu melebihi target yang diperkirakan sebesar 6% per tahun.

Sulistyanta mengatakan angka 40 % pertumbuhan UMKM di Bantul selama lima tahun itu yang paling cepat terjadi dua tahun terakhir. Pasalnya kini banyak UMKM yang menggunakan online shop untuk menjual produknya.

“Kalau pertumbuhan belanja online tahun ini hampir 30%. Sektor ini juga terus kami genjot, kami juga bekerjasama dengan perusahaan yang bergerak di bidang aplikasi perbelanjaan online dan dengan telkom,” jelasnya.

Guna terus mendongkrak sektor UMKM di Bantul, Sulis menyebut jika kini pemkab sudah mempermudah sejumlah akses untuk para pelaku usaha. Misalnya dalam perizinan, kini pelaku UMKM hanya perlu mengurus izin ke kecamatan.

Editor: | dalam: Bantul |
Menarik Juga »