PENATAAN MALIOBORO
Lemak di Bak Penangkap limbah Berasal dari Sampah PKL

Malioboro Kumuh (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)

Penataan Malioboro menghadapi sampah yang dibuang sembarangan

Harianjogja.com, JOGJA – Bak penangkap limbah pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah titik di Jalan Malioboro dipenuhi lemak karena tak pernah dibersihkan.

Manajer Proyek Revitalisasi Malioboro Tahap Pertama Ery Purnomo PKL pagi lebih rajin membersihkan sebelum membuka lapak mereka. Seluruh PKL, harapnya, menjadikan kawasan tersebut sebagai rumah kedua sekaligus tempat mencari rizki mereka, harusnya dengan ringan rela membersihkan bak penangkap lemak.

PKL sepenuhnya memanfaatkan bak tersebut dengan membuang limbah melalui selokan kecil yang berada di bawah tenda mereka atau berdekatan dengan ujung timur jalur pedestrian Malioboro.

“Ada PKL rajin dan tidak. Pagi itu rajin, selalu membersihkan, jam 5 [05.00 WIB] bersihkan dulu, kalau ada kotoran yang malam. Kalau tidak dibersihkan terus siapa lagi yang mau membersihkan,” ujarnya, Minggu (5/2/2017).

Jika tidak ada rutinitas membersihkan, akibatnya bisa fatal. Bak penampungan yang dipenuhi dengan lemak, maka lemak tersebut akan meluber melalui pipa yang terhubung dengan sumur resapan. Kondisi itu, dapat merusak resapan karena adanya campuran lemak.

Adapun pipa yang menghubungkan antara bak penampung lemak dengan sumur resapan berfungsi untuk menyalurkan air, sementara lemak tetap tertampung dalam bak.

“Dari tampungan lemak mencabang ke kanan kiri ada sumur resapan, baru resapan itu kalau meluap ke airnya ke selokan yang di tengah. Kalau tidak rajin dibersihkan dan lemak meluber itu bisa buntu semua,” kata dia.

Terpisah Kabid Cipta Karya Dinas PUP-ESDM DIY Muhammad Mansur berharap, PKL dan pengunjung kawasan jalur pedestrian Malioboro dapat menjaga kebersihan dan ketertiban. Revitalisasi, kata dia, dibangun dengan uang rakyat, maka rakyat juga harus ikut menjaga seluruh fasilitas yang ada di Malioboro. Selain itu, bagi dia, tanggungjawab kebersihkan bukan sepenuhnya di pundak pemerintah.

“Kemarin kita baru bersih-bersih Malioboro, sekali lagi yang sudah direvitalisasi, silahkan dari PKL pengunjung kami imbau untuk dapat menjaga kebersihan ketertiban dijaga infrastruktur yang sudah kita bangun,” tegasnya.

Berkali-kali, kata dia, ia telah menyampaikan ke publik, bahwa revitalisasi akan berjalan lancar jika didukung kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan ketertiban supaya nyaman.

Editor: | dalam: Gunung Kidul |
Menarik Juga ยป