SPORTAINMENT
Bek Liverpool Beri Simpati untuk Para Pengungsi

Dejan Lovren (Express)

Sportainment kali ini tentang Dejan Lovren.

Harianjogja.com, LIVERPOOL – Kisah menyedihkan para pengungsi yang terdampak perang etnis di Bosnia selalu berkecamuk di kepala Dejan Lovren. Meski peristiwa berdarah itu sudah berlalu hampir 22 tahun silam, Lovren tak dapat melupakan bagaimana para pengungsi “dicampakkan” oleh negara yang enggan menerima mereka.

Saat Perang Bosnia berlangsung tahun 1992 hingga 1995, bek Liverpool itu masih berusia balita. Dia dan keluarganya yang keturunan Kroasia harus mengungsi ke Jerman karena situasi di Bosnia telanjur mencekam. Perang Bosnia melibatkan Republik Federal Yugoslavia (sekarang bernama Serbia Montenegro), etnis Bosnia dan etnis Kroasia.

“Ketika saya melihat apa yang terjadi hari ini, saya mengingat keluargaku dan bagaimana orang-orang tak menginginkanmu tinggal di negaranya,” ujar Lovren seperti dilansir ESPN, Kamis (9/2/2017).

Lovren kecil saat itu tak menyangka bakal terjadi pembunuhan besar di Kota Zenica, tak jauh dari tempat tinggalnya di Kraljeva Sutjeska. Dia mengingat saudara pamannya dibunuh dengan pisau di hadapan orang lain. Hal itu amat disesalkan Lovren lantaran dia menyebut sebelumnya kehidupan sosial antaretnis berjalan harmonis.

“Kami tidak pernah punya masalah. Semua berjalan baik dengan tetangga, dengan muslim, dengan Serbs [etnis Serbia]. Dan akhirnya perang itu terjadi,” tutur lelaki yang kini berusia 27 tahun itu.

Dia pun miris ketika melihat pengungsi ditolak saat mencari perlindungan di negara lain hari-hari ini. Di satu sisi, Lovren memahami warga di negara itu ingin melindungi dirinya sendiri [dengan tidak menerima warga dari daerah konflik]. Namun di sisi lain, dia menilai pengungsi tak bisa disalahkan atas pilihannya.

“Mereka tidak punya rumah. Mereka berjuang untuk hidup mereka, untuk anak-anak mereka,” tutur Lovren yang hanya bertahan tujuh tahun di Jerman sebelum akhirnya diminta angkat kaki ke Kroasia, negara yang dibelanya saat ini.

Dia pun berpesan kepada warga dunia agar bijak menerima pengungsi dari negara konflik. Lovren menilai para pengungsi berhak atas penghidupan yang layak. “Beri mereka kesempatan. Anda akan dapat melihat apakah mereka orang baik atau sebaliknya.”

Editor: | dalam: Sportaiment |
Menarik Juga »