PILKADA SALATIGA
Duh, Saksi Rudal Tolak Teken Rekapitulasi

Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Salatiga 2017 di Kantor Pemerintah Kecamatan Sidorejo, Salatiga, Kamis (16/2/2017). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Salatiga 2017 di Kantor Pemerintah Kecamatan Sidorejo, Salatiga, Kamis (16/2/2017). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Pilkada Salatiga 2017 memasuki proses penghitungan suara di empat kecamatan.

Harianjogja.com, SALATIGA — Empat saksi pasangan nomor 1, Agus Rudianto-Dance Iskak Palit (Rudal), Kamis (16/2/2017), menolak menandatangani berita acara Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Salatiga 2017 di Kantor Pemerintah Kecamatan Sidorejo.

Keempat saksi itu adalah yakni Sarmin, Nahdiantono, Anang Kristiawan, dan Wahyu Nugroho. Mereka menolak menandatangani berita acara itu karena menilai penghitungan hasil pemungutan suara Pilkada Kota Salatiga 2017 itu tidak fair.

“Mereka menolak tanda tangan berarti tidak menyetujui hasil rekapitulasi ini. Alasannya karena surat suara yang rusak dinilai sangat banyak,” ujar Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (KPPK) Sidorejo, Jamal Pambudi, saat dijumpai Semarangpos.com seusai penghitungan suara, Kamis petang.

Dalam hasil rekapitulasi penghitungan suara di Kantor Pemerintah Kecamatan Sidorejo itu, Rudal dinyatakan kalah karena hanya mampu mengumpulkan 13.784 suara. Sementara, pasangan nomor 2, Yuliyanto-Muh Haris, unggul dengan perolehan 15.444 suara. Sementara itu, surat suara yang dianggap tidak sah atau rusak mencapai 1.098 suara.

“Keempat saksi ingin tahu surat tidak sah itu rusaknya kenapa dan minta dibuka satu-satu. Tapi, kesepakatan awal dengan Panwascam dan saksi paslon nomor urut 2 sebelumnya tidak seperti itu,” imbuh Jamal.

Sejatinya, begitu hasil quick count atau hitung vepat diketahui, Tim Pemenangan Yuliyanto-Muh. Haris sudah menduga lawannya akan menggugat hasil Pilkada Kota Salatiga 2017 bahkan hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK). Maklum saja, Yaris dalam hitung cepat itu hanya menang tipis atas lawannya. Pada masa yang lalu, hal sama juga ditempuh pihak lawan Yaris.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Editor: | dalam: Semarang |
Menarik Juga »