PERSIS MUDA
Tes Fisik: Pemain Lama Justru Kalah Stamina

Pemain Persis muda melakukan latihan fisik di stadion Sriwedari, Solo, Saleasa (16/2). Rencananya Persis muda akan menjajal PS Al Wathoni namun batal karena kondisi lapangan masih dalam perbaikan. (JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu)Pemain Persis muda melakukan latihan fisik di stadion Sriwedari, Solo, Saleasa (16/2). Rencananya Persis muda akan menjajal PS Al Wathoni namun batal karena kondisi lapangan masih dalam perbaikan. (JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu)

Persis Muda melakukan tes fisik.

Harianjogja.com, SOLO — Mayoritas pemain seleksi Persis Muda belum menunjukkan performa fisik yang prima dalam tes VO2Max (volume oxygen maximum). Dari 16 pemain yang mengikuti tes di Stadion Sriwedari, Senin (20/3/2017) pagi WIB, hanya tiga pemain yang memenuhi standar tim.

Ketiga pemain tersebut yakni jebolan tim futsal PON Papua Barat, Marselino Waroy, eks pemain Persela Lamongan U-21, Fajar Nurhakim, serta pemain asal Papua, Alfred. Uniknya mereka adalah pemain yang baru saja bergabung dengan tim untuk mengikuti seleksi. Marselino meraih nilai tertinggi dalam tes VO2Max sesi pagi yakni 52. Adapun Fajar dan Alfred sama-sama meraih angka 51.

Pelatih fisik Persis Muda, Muchtar Hasibuan, mengakui hasil tes fisik tersebut kurang menggembirakan. Menurut Muchtar, mayoritas pemain seleksi masih harus meningkatkan vitalitasnya karena memiliki poin VO2Max di bawah 50. Tim pelatih menetapkan angka 50 sebagai standar minimal fisik pemain.

“Masih banyak yang di bawah standar. Padahal standar itu penting untuk memastikan fisik pemain prima untuk bertanding 90 menit,” ujarnya saat ditemui wartawan seusai memimpin tes, Senin.

Pihaknya mengatakan tak mudah untuk menggenjot stamina pemain di tengah persiapan yang semakin mepet. Menurut Muchtar, poin VO2Max tak hanya ditentukan porsi latihan melainkan waktu istirahat hingga pola makan. Muchtar berencana melakukan tes VO2Max setiap pekan untuk memantau perkembangan fisik anak asuhnya. “Kami akan perbanyak latihan dengan bola. Pokoknya soccer conditioning, conditioning soccer,” tuturnya.

Pelatih Persis Muda, Eduard Tjong, mengatakan hasil tes VO2Max menjadi gambaran fisik pemain yang masih keteteran. Beberapa pekan ke depan Edu akan menggenjot fisik sekaligus organisasi pertahanan untuk memantapkan persiapan.

“Sudah tidak ada waktu untuk memilah-milah porsi latihan. Kami juga butuh uji coba lagi untuk seleksi pemain. Mungkin Jumat (24/3/2017) akan ada [uji coba] tapi kami belum tahu lawannya,” ujar eks Pelatih Timnas U-19 itu.

Editor: | dalam: Indonesia |
2
Menarik Juga »