Selamat Ulang Tahun ke-98 Damkar di Sragen

Petugas pemadam kebakaran berpose bersama di samping mobil damkar di halaman depan Kantor Satpol PP Sragen, Senin (20/3/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)Petugas pemadam kebakaran berpose bersama di samping mobil damkar di halaman depan Kantor Satpol PP Sragen, Senin (20/3/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

Pemadam kebakaran merayakan ulang tahun ke-98.

Harianjogja.com, SRAGEN — Kondisi mobil pemadam kebakaran (damkar) yang dimiliki Pemkab Sragen belum memadai untuk menjangkau pelayanan di 20 kecamatan. Kebutuhan mobil damkar itu idealnya per eks-kawedanan memiliki dua unit sehingga minimal ada 10 unit atau 20 unit untuk ditempatkan di setiap kecamatan.

Sementara jumlah mobil damkar yang dimiliki Pemkab Sragen hanya lima unit, yakni empat unit di posko induk damkar yang menjadi bagian dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen dan satu unit di posko Gemolong. Kabid Damkar Satpol PP Sragen, Purwosantosa, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Senin (20/3/2017), mengatakan jumlah kepemilikan mobil damkar di Bidang Damkar Satpol PP Sragen jauh dari ideal. Dia menyampaikan keterbatasan armada cukup menganggu dalam prose antisipasi kebakaran.

“Idealnya memang setiap kecamatan ada satu unit mobil damkar. Minimal ya per eks kawedanan ditempatkan dua unit mobil damkar. Sekarang kami hanya memiliki lima unit. Satu unit hasil pengadaan 2014. Satu unit lagi hasil pengadaan 2015. Sementara tiga unit lainnya merupakan hasil pengadaan pada 1989 dan 1983. Tiga unit mobil itu sudah tidak layak tetapi terpaksa masih digunakan,” ujarnya.

Fasilitas

Atas dasar keterbatasan fasilitas dan armada, Purwosantosa mengajukan proposal ke pemerintah pusat supaya mendapat respons cepat pada 2018. Dia mengungkapkan dalam proposal itu Satpol PP mengajukan tambahan dua unit mobil, yakni satu unit damkar dan satu unit mobil penyuplai air.

“Total nilai yang kami ajukan mencapai Rp3,4 miliar. Ya, mudah-mudahan proposal kami bisa disetujui lewat dana alokasi khusus (DAK). Kalau mengandalkan APBD sepertinya berat karena masih fokus pada perbaikan infrastruktur,” imbuhnya dan diamini Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Kebakaran, Tri Hascaryanto.

Permohonan bantuan pengadaan dua unit mobil damkar itu disampaikan dalam momentum Hari Damkar ke98 yang jatuh pada 20 Maret. Biasanya dalam perayanan hari jadi, para personel damkar yang berjumlah 57 personel menggelar berbagai acara. Namun pada Hari Ulang Tahun (HUT) Damkar tahun ini, para petugas damkar Sragen hanya menggelar acara sederhana. Mereka hanya makan bersama di kantor yang dulunya milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Makan bersama itu diadakan setelah mengikuti apel HUT Damkar di halaman Pemkab Sragen yang dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Dedy Endriyatno.

“Dari 57 petugas damkar, hanya 24 orang yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Selebihnya merupakan tenaga outsourching. Dari sekian banyak tenaga outsourching hanya dua orang yang memiliki sertifikat petugas pemadam kebakaran,” tambah Hascaryanto.

Editor: | dalam: Sragen |
3
Menarik Juga »