UNBK 2017
Masih Waswas Soal Jaringan Listrik dan Internet

Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (JIBI/Solopos/Antara)Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (JIBI/Solopos/Antara)

 

Saat simulasi berlangsung di sekolah tersebut, aliran listrik sempat turun dan tidak stabil.

Harianjogja.com, SLEMAN– Aliran listrik dan jaringan internet yang stabil masih menjadi pekerjaan rumah selama pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Pasalnya, stabilitas keduanya turut menyukseskan pelaksanaan UNBK tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman Arif Haryono mengatakan, pihaknya memberikan perhatian penuh pada masalah jaringan internet dan listrik selama pelaksanaan UNBK. Pasalnya, pada simulasi ketiga UNBK SMP yang digelar Senin (20/3) kedua hal tersebut masih menjadi persoalan.

“Baik jaringan internet dan listrik pasokannya masih belum stabil. Kami akan perhatikan masalah ini, karena keduanya sangat vital,” katanya usai meninjau simulasi UNBK di SMPN 1 Sleman, Senin (20/3/2017).

Saat simulasi berlangsung di sekolah tersebut, aliran listrik sempat turun dan tidak stabil. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kestabilan jaringan internet. Disdik, lanjut Arif akan berkoordinasi kembali dengan PLN untuk pasokan listriknya dan Telkom untuk jaringan internetnya.

“Meski aliran listrik tidak stabil, tapi secara umum simulasi UNBK di SMP N 1 Sleman jaringan internet bekerja dengan baik,” ujarnya.

Selama proses simulasi berlangsung, singkronisasi identitas siswa hingga pembukaan materi ujian yang dikirimkan dari server nasional ke server sekolah berjalan dengan lancar. Arif menilai, hal itu menjadi awal yang baik bagi peserta ujian. “Kalau sejak awal sudah bermasalah, bisa memengaruhi psikologis siswa. Kalau awalnya lancar maka siswa bisa mengerjakan soal ujian dengan konsentrasi penuh,” paparnya.

Kabid Pembinaan SMP Disdik Sleman Ery Widaryana mengatakan, pihak sekolah sudah diminta menyediakan genset untuk menjaga ketersediaan listrik. Sekokah tidak harus dengan membeli genset, tetapi cukup dengan menyewa saja. “Untuk berjaga-jaga saja. Setidaknya sekolah butuh menyiapkan genset berdaya 1.000 whatt,” katanya.
Sesuai ketentuan, untuk bisa menyelenggarakan UNBK secara mandiri, sekolah harus memiliki computer atau laptop dengan jumlah sepertiga dari jumlah peserta UNBK yang terdaftar di sekolah tersebut. Sementara sekolah yang tidak memiliki fasilitas yang memadai dapat melaksanakan ujian di SMA/SMK lainnya.

Terpisah, Sekretaris Komisi D DPRD Sleman Arif Kurniawan menilai, kesiapan sarana dan prasarana menjadi point paling krusial dan penting selama UNBK berlangsung. Untuk jaminan ketersedian pasokan listrik dan stabilnya jaringan internet, dia berharap Dinas terkait melakukan komunikasi yang intens dengan penyedianya. “Segera komunikasikan dengan PLN dan Telkom,” harapnya.

Dia juga meminta agar Dinas memantau seluruh fasilitas komputer atau laptop yang disediakan untuk pelaksanaan UNBK. Dia tidak ingin, siswa mengalami persoalan terkait fasilitas yang disediakan. “Ini masih ada waktu untuk mengecek seluruh persiapan UNBK yang digelar awal Mei. Kami berharap seluruhnya dicek secara lengkap baik sarana dan prasarananya,” katanya.

Editor: | dalam: Sleman |
2
Menarik Juga »