AS MONACO VS PSG
Duel Penggawa Tim Ayam Jantan

Laga AS Monaco vs PSG tahun lalu. Ist/dok

AS Monaco vs PSG tersaji di final Coupe de la Ligue.

Harianjogja.com, LYON — Hanya berjarak empat hari, seseorang yang dulunya kawan bisa jadi lawan. Dahulu rekan satu tim kini menjadi musuh di lapangan hijau. Hal itu dirasakan Adrien Rabiot dan Kylian Mbappe Lottin, dua hot prospect di sepak bola Prancis saat ini.

Setelah bahu membahu membela Timnas Prancis melawan Spanyol, tim mereka yakni AS Monaco dan Paris Saint Germain (PSG) harus saling bunuh dalam Final Coupe de la Ligue, Minggu (2/4/2017) dini hari WIB. Pemain Prancis di kedua klub sebenarnya tak hanya Rabiot dan Mbappe. Selain Rabiot, PSG menyumbangkan pemain seperti Alphonse Areola, Presnel Kimpembe, Layvin Kurzawa dan Blaise Matuidi. Adapun Monaco punya pemain seperti Thomas Lemar, Tiemoue Bakayoko, Djibril Sidibe, Benjamin Mendy yang membela Tim Ayam Jantan, julukan Prancis.

Akhir pekan ini Stadion Parc Olympique Lyonnais akan menjadi lokasi perang para penggawa Timnas Prancis itu untuk mempersembahkan trofi perdana bagi timnya musim ini. Bagi Mbappe, striker Monaco yang sedang mencuat, laga tersebut bisa jadi pembuktian kepantasannya menjadi pilihan utama di Tim Ayan Jantan.

Di laga melawan Spanyol 29 Maret, Mbappe sukses mencatat debut sebagai starter di usianya yang baru menyentuh 18 tahun, tiga bulan dan delapan hari. Sayang Mbappe tak mampu mencetak gol meski sempat membahayakan gawang David De Gea di awal pertandingan.

Legenda Timnas Prancis, Emmanuel Petit, menilai Mbappe sedang berada di performa puncak bersama timnya. Bahkan lelaki yang terkenal dengan rambut kucirnya ini menilai Mbappe lebih hebat dari Thierry Henry di fase yang sama. Sejauh ini Mbappe sudah mencetak 15 gol bagi Les Monegasques, julukan Monaco. Jumlah golnya hanya kalah dari striker senior Monaco, Radamel Falcao.

“Keduanya punya profil mirip terkait tim yang mereka bela, eksplosivitas, kekuatan fisik dan cara menggiring bola. Saya pikir Mbappe sudah melampaui Henry soal bagaimana dia menggunakan bola ketika bergerak,” ujarnya seperti dilansir RMC, Kamis (30/3/2017).

Namun Monaco jelas tak bisa hanya mengandalkan Mbappe jika ingin menaklukkan PSG. Les Parisiens selama ini dijuluki sebagai tim spesialis Coupe de la Ligue setelah enam kali menjuarai gelar dalam tujuh kesempatan. Koleksi piala PSG di turnamen itu jauh meninggalkan perolehan Monaco yakni enam berbanding satu.

Selain sejarah yang kurang berpihak pada Monaco, Les Monegasques harus kehilangan pilarnya seperti Fabinho karena skorsing dan Sidibe yang dibalut cedera. Falcao juga diragukan tampil sejak menit pertama menyusul kondisinya yang belum fit 100%.

Hal ini tentu bisa dimanfaatkan Les Parisiens untuk mencari gelar pelipur lara setelah tersingkir memalukan dari Barcelona di Liga Champions. Trofi Coupe de la Ligue bisa dibilang paling realistis bagi Edinson Cavani dkk. mengingat mereka juga masih tertinggal dari Monaco di Ligue 1.

Editor: | dalam: Prancis |
Menarik Juga »