INFORIAL

Anak Mulai Sulit Makan? Coba 5 Cara Sederhana Ini

Ilustrasi anak sulit makan. (hellomagazine.com)Ilustrasi anak sulit makan. (hellomagazine.com)

Tips kesehatan kali ini tentang cara menanggulangi anak yang mulai sulit makan.

Harianjogja.com, SOLO – Memberi makanan dan nutrisi yang cukup bagi pertumbuhan buah hati bukanlah hal yang mudah. Orang tua harus memikirkan berbagai langkah dan cara agar anak-anak mereka mendapat cukup makan dan gizi. Tak jarang, rencana mereka memberi makanan bergizi harus kacau karena sang anak mulai memilih-milih makanannya bahkan tak mau makan sama sekali.

Anak-anak usia pertumbuhan antara 2-17 tahun kerap mengalami masa-masa susah makan. Terlepas dari alergi, anak-anak biasanya menjadi pemilih, ada yang tak mau mengonsumsi sayur, ada yang tak mau buah, atau yang hanya mau mengonsumsi susu.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, mereka harus menemukan cara paling efektif sehingga anak-anak bisa mendapat cukup makanan yang mengandung gizi dan nutrisi yang juga cukup. Sebelum memberikan suplemen makanan (Selengkapnya tentang Suplemen Makanan) pada anak-anak, dikutip dari parents.com dan forum circleofmoms.com inilah lima cara serderhana mengatasi anak yang sulit makan.

Jangan paksa anak mengonsumsi makanan tertentu

Bagi para orang tua, sangat tidak disarankan memaksa anak mengonsumsi makanan yang ada meski makanan tersebut baik dan bergizi. Ketidakmauan seorang anak mengonsumsi sebuah makanan biasanya berasal dari sisi psikologi, sehingga saat dipaksa hasilnya tidak akan maksimal. Selain jangan memaksa, para orang tua disarankan tidak terlalu banyak mengomentari apa yang dimakan seorang anak, atur rencana pemberian gizi yang cukup pada anak tanpa memosisikan seorang anak sebagai tersangka.

Ketahui Indeks Massa Tubuh sang anak

Body Mass Index atau Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah patokan untuk mengetahui status berat badan seorang anak, apakah kurus, ideal, gemuk, atau obesitas. IMT bisa digunakan untuk mengetahui kondisi anak, dengan itu penanganan terhadap anak yang susah makan bisa difokuskan. Bagi Anda yang ingin mengetahui IMT anak Anda, bisa mencari kalkulator IMT di Internet. Sebagai peringatan, IMT di Internet bisa saja tidak akurat, oleh karena itu diperlukan ketelitian dalam memakai kalkulator IMT.

Ajak anak-anak memasak

Aktivitas memasak yang melibatkan anak-anak membuat sang anak merasa terlibat dalam memilih atau membuat menu makanan. Hal itu akan membuat anak-anak lebih tertarik mengonsumsi menu yang mereka buat sendiri. Ajak anak-anak ke pasar, biarkan mereka memilih merek bahan makanan yang akan Anda beli. Bagi anak yang sudah cukup umur, biarkan mereka memotong sayuran.

Gunakan cerita unik untuk membuat anak penasaran

Ahli nutrisi asal Chicago, Amerika Serikat, Julie Burns menganggap anak-anak secara alami akan takut dan curiga dengan makanan baru. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan orang tua yang mengajak komunikasi. “Saya memberi tahu anak saya lidah mereka harus terbiasa dengan rasa sebuah makanan sebelum makanan itu menjadi enak. Hal itu kadang berhasil,” ungkap Julie. Ibu tiga anak kembar itu juga menggunakan nama tokoh tertentu membujuk anaknya agar mau makan.

Jadilah panutan anak-anak

Sudah seyogyanya orang tua menjadi panutan anak-anak. Praktikkan rutinitas makan yang baik di depan anak-anak. Jadilah individu yang jujur dengan tubuh Anda, biasakan makan saat lapar, dan berhenti saat kenyang. Dengan kebiasaan itu, secara perlahan anak-anak akan mengikuti orang tua mereka.

Terlepas dari lima cara sederhana di atas, suplemen makanan juga bisa menjadi alternatif.  Perusahaan farmasi, Konimex, memiliki berbagai pilihan suplemen makanan yang bisa dijadikan pilihan. Diberi nama Konilife, suplemen makanan terdiri dari setidaknya 13 varian suplemen. Bagi Anda yang tertarik bisa lihat detail Konilife di laman resminya http://www.konilife.com/ atau  intip produk suplemen makanan dari Konimex klik Food Suplemen Konimex.

Editor: | dalam: Kesehatan |
Menarik Juga »