Selamat Idul Fitri

LONGSOR PONOROGO
Pengungsi Merasa Nyaman Tinggal di Rumah Relokasi Sementara

Pengungsi bencana tanah longsor beraktivitas di rumah relokasi sementara di Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jumat (21/4/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)Pengungsi bencana tanah longsor beraktivitas di rumah relokasi sementara di Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jumat (21/4/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Longsor Ponorogo, 19 keluarga korban bencana tanah longsor di Desa Banaran telah menempati rumah relokasi sementara.

Harianjogja.com, PONOROGO — Sebanyak 19 keluarga korban bencana tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, telah menempati rumah relokasi sementara di Dukuh Tangkil dan Dukuh Krajan sejak sepekan lalu. Mereka mengaku lebih nyaman tinggal di tempat relokasi sementara itu.

Pantauan Madiunpos.com di rumah relokasi sementara, Jumat (21/4/2017), 10 unit rumah sementara di Dukuh Tangkil sudah ditempati pengungsi. Mereka beraktivitas di rumah berukuran 3 meter x 5 meter. Sejumlah ibu-ibu terlihat memasak di dapur yang ada di kompleks rumah relokasi itu.

Seorang penghuni rumah itu, Suparning, mengatakan sudah menempati rumah relokasi sementara ini sejak hari Minggu lalu. Dia tinggal di rumah tersebut bersama tiga anggota keluarganya yaitu Misni, Fadip, dan ibunya Katinem.

Ning mengaku lebih nyaman tinggal di rumah sementara ini dibandingkan di posko pengungsian yang ada di rumah Kepala Desa Banaran. “Lebih nyaman di sini. Meski sempit tetapi punya ruang sendiri, kalau di posko pengungsian kan bareng-bareng dengan banyak orang,” kata dia kepada Madiunpos.com.

Dia mengaku saat malam kondisi di rumah sementara sangat dingin karena berada di lokasi yang cukup tinggi. Namun, kemarin pemerintah sudah memberi bantuan berupa kasur bagi para pengungsi.

Penghuni rumah sementara lainnya, Sogol Purnomo, mengatakan sangat nyaman berada di rumah sementara ini. Sebelumnya, ia bersama anak dan istrinya tinggal di rumah saudara.

“Di sini nyaman. Kalau tinggal di rumah saudara terus kan tidak enak. Kalau di sini meskipun sempit, tetapi kan punya kita sendiri,” jelas dia.

Editor: | dalam: Madiun |
Menarik Juga ยป