Selamat Idul Fitri

Ngeri! 2 Pembacokan di Sleman Terjadi Berselang 30 Menit, Korbannya Polisi dan Tukang Ojek

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Dua kejadian pembacokan dalam waktu berdekatan pada dini hari Jumat (21/4/2017)

Harianjogja.com, SLEMAN-Dua kejadian penganiayaan berat dalam waktu berdekatan pada dini hari Jumat (21/4/2017). Tindakan yang menimpa anggota Polres Sleman dan pengendara ojek online itu memiliki pola  yang serupa.

Kejadian pertama terjadi sekitar pukul 02.00 WIB di depan Balai Desa Sendangadi, Jl. Magelang km 06, Mlati, Sleman. Korban, Aiptu Bachtiat Leuhat, dibacok oleh 2 pengendara sepeda motor matic dengan menggunakan senjata tajam jenis pedang.

Korban saat itu sedang berkendara dari arah Jombor ke utara sampai kemudian dibacok dari belakang. Karenanya, Aiptu Bachtiar mengalami luka robek sedalam 5 cm di tanah kanan yang mendapatkan 10 jahitan.

Kapolres Sleman, AKBP Burkan Rudi Satria, membenarkan kejadian tersebut. “Sudah dilaporkan ke Polres Sleman dan saat ini sedang diproses,” ujarnya ketika dihubungi.

Hanya saja, memang nomor kendaraan pelaku tidak diketahui. Seusai melaporkan kejadian itu, korban yang merupakan perwira siaga Polres Sleman ini kemudian mendapatkan perawatan di RSUD Sleman. Sedangkan pelaku diketahui kabur meninggalkan TKP.

Kejadian serupa juga terjadi kawasan Jl. Perumnas, Seturan, Caturtunggal, Depok sekitar pukul 02.30 WIB. Kali ini, penganiayaan dengan senjata tajam menimpa salah satu pengedara ojek online yang sedang dalam perjalanan mengantarkan pesanan makanan.

Korban yang bernama Wintolo Irianto ini berkendara dari salah satu restoran cepat saji di Jl. Solo sampai kemudian dipepet sebuah sepeda motor matic berwarna putih sesampainya di daerah Seturan.

Tak hanya itu, Wintolo kemudian dibacok oleh pelaku, yang juga berboncengan, menggunakan senjata tajam berupa clurit di bagian punggung kanan. Ia mendapatkan luka bacok di punggung sedalam 3 cm dan lebar 6 cm dan mendapatkan 10 jahitan. Kejadian ini juga mendapat perhatian dari sesama tukang ojek online yang sempat berkumpul mengantar korban ke rumah sakit.

Komunitas ini pula lah yang membuat laporan ke kepolisian dan sempat menyisir wilayah sekitar untuk mencari pelaku pembacokan. Kapolsek Depok Barat, Kompol Sukirin Haryanto, mengatakan jika senjata tajam pelaku tertancap di tas punggung korban dan ikut terbawa.

Terkait adanya kejadian serupa dengan selang waktu tak lama, ia mengakui kemiripan tersebut meski belum bisa memastikan jika pelakuknya merupakan 2 orang yang sama.

Editor: | dalam: Sleman |
Menarik Juga »