INFORIAL

Rantai Distribusi Pangan Perlu Dipangkas

Pedagang sayuran di Pasar Giwangan menjual komoditas cabai rawit kepada para pedagang rumahan, belum lama ini. (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)Pedagang sayuran di Pasar Giwangan menjual komoditas cabai rawit kepada para pedagang rumahan, belum lama ini. (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)

Anggota Komisi VI DPR RI, Abdul Wahchid, meminta Perum Bulog Pusat memangkas rantai distribusi pangan

Harianjogja.com, JOGJA–Anggota Komisi VI DPR RI, Abdul Wahchid, meminta Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik [Perum Bulog] Pusat memangkas rantai distribusi pangan untuk menghindari lonjakan harga menjelang Lebaran.

Abdul mengatakan setiap menjelang Lebaran, harga daging sapi pasti melonjak. Kenaikan harga daging sapi ini, menurutnya harusnya tidak terjadi, seandainya rantai distribusi yang ada bisa lebih sederhana dan langsung dari peternak, tanpa melewati tengkulak dan semacamnya.

“Ini, kan, dimainkan oleh pedagang besar. Pedagang ditingkat D3 dan pengecer hanya bisa menerima,” jelasnya saat berkunjung ke pasar Giwangan, Kamis (20/4/2017).

Selain daging sapi, ia juga menyoroti harga bawang merah dan cabai. Kedua komoditas ini, menurutnya sangat rawan mengalami kenaikan menjelang hari raya. Ia menyarankan Perum Bulog untuk mencari sentra bawang merah dan cabai didaerah-daerah.

“Tolong Brebes ditarik karena disana harga cabai sudah stabil di harga Rp18.000. Walaupun pemerintah sudah menyarankan setiap rumah menanam cabai, tapi ini tetap harus dilakukan,” jelas politisi Gerindra ini.

Ia menyebut kenaikan cabai menjelang hari raya tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan petani. Abdul mengatakan, saat harga cabai mencapai harga Rp100.000, petani tetap menjual dengan harga Rp30.000. Karena itulah, menurutnya, rantai distribusi pangan sangat mendesak untuk disederhanakan.

Iman Subowo, Direktur  Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog Pusat, yang juga hadir dalam kunjungan di pasar Giwangan langsung menanggapi pernyataan Abdul. Ia mengatakan, saat ini Perum Bulog sudah melakukan berbagai usaha seperti langsung bekerja sama dengan petani, asosiasi pedang daging, dan Badan Usaha Milik Desa.

“Rantai distribusi memang harus dipotong. Mudah-mudahan kami bisa,” tegasnya.

Selain langkah tersebut, Iman mengatakan Perum Bulog juga melakukan koordinasi lintas kementerian, operasi pasar, menguatkan pengadaan beras, dan bekerjasama dengan TPID [Tim Pengendali Inflasi Daerah] agar harga-harga pangan tidak melonjak saat lebaran.

“Kami sudah memiliki 560 titik rumah pangan di DIY. Di kota Jogja sendiri ada 190 titik,” tutupnya.

Editor: | dalam: Kota Jogja |
Menarik Juga »