Go-Jek Berbagi Kisah Inspiratif dari Para Mitra

Obrolan ringan Go-Jek dengan Harian Jogja, dalam kunjungan di Harian Jogja, Jumat (19/5/2017). (Nina Atmasari/JIBI/Harian Jogja) Obrolan ringan Go-Jek dengan Harian Jogja, dalam kunjungan di Harian Jogja, Jumat (19/5/2017). (Nina Atmasari/JIBI/Harian Jogja)

Go-Jek berkunjung berkunjung ke Harian Jogja, Jumat (19/5/2017)

 
Harianjogja.com, JOGJA– Kehadiran jasa transportasi online Go-Jek tidak hanya membantu mempermudah orang untuk mendapatkan layanan transportasi dan kebutuhan hidup lainnya.

Inovasi teknologi transportasi ini juga telah memunculkan banyak kisah inspiratif baik bagi mitra maupun konsumennya di Jogja.

Hal itu terungkap dalam kunjungan Go-Jek ke Harian Jogja, Jumat (19/5/2017). Mereka di antaranya Chief Marketing Officer Go-Jek Indonesia, Piotr Jakubowski, Strategic Area Head Jogja, Delly Nugraha, Public Relations Go-Jek Indonesia, Rindu Ragilia, serta Public Affairs Senior Advisor Hiro Wardhana.

Mereka diterima langsung oleh Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono.

Dalam obrolan ringan selama kunjungan tersebut, diungkapkan salah satunya tentang seorang pengemudi Go-Jek yang sering mendapat pesanan membeli makanan jenis ceker ayam di sebuah warung makan. Namun, warung makan tersebut sering tutup.

Melihat kondisi tersebut, muncul ide dari pengemudi itu. Ia kemudian meminta istrinya untk membuka warung makan dengan menu ceker ayam, dan melayani pesanan melalui Go-Jek. Hasilnya, warung tersebut laris manis.

Ada lagi kisah pengemudi gojek yang kaget dengan rekening Go-Pay-nya. Selama ini, ia tidak pernah menggunakan layanan perbankan maupun online. Ia mengambil komisi secara tunai, sedangkan rekeningnya tidak pernah disentuh.

Suatu saat, ia membutuhkan uang untuk membayar sekolah anak, Teringat punya Go-Pay, ia kemudian mengeceknya. Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui saldonya telah mencapai Rp3,8 juta. Pengemudi itu pun pingsan di ATM.

Hiro Wardhana mengungkapkan selama ini pihak Go-Jek jarang membuka suara di media, karena fokus untuk berinovasi dan bekerja. “Kami terlalu sibuk di dapur sendiri sampai lupa bahwa banyak perbuatan baik telah muncul di masyarakat dari kehadiran kami,” kata dia.

Delly Nugraha mengungkapkan aplikasi Go-Jek tumbuh pesat di Jogja. Dari saat awal muncul tahun lalu sebanyak 3.000 mitra, saat ini mereka sudah memiliki 5.000 mitra. Bahkan, setiap hari masih ada pelaku usaha yang hendak mendaftar bergabung, namun pihak Go-Jek sudah menghentikannya.

Anton Wahyu Prihartono mengungkapkan industri akan tumbuh sesuai kebutuhan masyarakatnya. “Go-Jek memberikan manfaat dan kemudahan bagi konsumen. Ini perlu menjadi pertimbangan Pemerintah dalam mengambil kebijakan,” katanya.

Editor: | dalam: Kota Jogja |
Menarik Juga »