Selamat Idul Fitri

RAMADAN 2017
Pentas Ketoprak Ngabuburit, Ketika Tiga Kepala Dinas Jadi “Brandal”

Ketoprak ngabuburit yang digelar Dinas Pariwisata Kota Jogja, insan pers, dan warga Cokrodiningratan yang digelar di halaman Griya Harian Jogja, Sabtu (17/6/2017). (Facebook/Anton Wahyu Prihartono)Ketoprak ngabuburit yang digelar Dinas Pariwisata Kota Jogja, insan pers, dan warga Cokrodiningratan yang digelar di halaman Griya Harian Jogja, Sabtu (17/6/2017). (Facebook/Anton Wahyu Prihartono)

Ramadan 2017 diisi dengan pentas ketoprak.

Harianjogja.com, JOGJA — Ratusan warga Cokrodiningratan dan sekitarnya memadati halaman parkir kantor Harianjogja.com, Sabtu (17/8/2017) sore, untuk menyaksikan pentas ketoprak ngabuburit yang digelar Dinas Pariwisata Kota Jogja, insan pers, dan warga Cokrodiningratan.

Dalam pentas kotorak yang dimainkan 30 orang tersebut, tiga kepala dinas ikut di dalamnya, yakni Pelaksana Tugas Dinas Pariwisata Kota Jogja Yunianto Dwi Sutono, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jogja Agus Winarto, dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian Kota Jogja Tri Hastono.

Ketiga kepala dinas bersama wartawan senior Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono, wartawan senior Kedaulatan Rakyat Suroso ‘Kocil’ Birowo, berperan sebagai berandal dalam cerita Raden Sahid-Sunan Kalijaga. Meski hanya latihan sebentar, namun mereka cukup lancar dalam bermain ketoprak, bahkan mengundang tawa yang hadir, terutama dengan gaya dialog Kocil yang khas seperti orang mabuk.

Pentas ketoprak yang berlangsung selama 1,5 jam ini menceritakan kisah Raden Sahid yang ikut menjadi berandal. Pangeran dari Kadipaten Tuban ini terpaksa menjadi perampok di wilayah yang dipimpin oleh ayahandanya sendiri demi membantu rakyat kecil. Dalam perjalanannya, Raden Sahid bertemu Sunan Bonang yang menyadarkannya bahwa jalan yang dia tempuh dalam membantu rakyat adalah jalan yang keliru.

Singkat cerita, Sunan Bonang kemudian membaiat Raden Sahid sebagai Sunan Kalijaga. Naskah Raden Sahid ini ditulis oleh Nano Asmorodono. Selain Kedaulatan Rakyat dan Harian Jogja, ketoprak ini melibatkan wartawan AdTV, Radio Sonora FM, dan Tribun Jogja. “Pentas ketoprak ini sesuai momen Ramadan jadi Syiar Islam,” kata Nano.

Sementara Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono mengaku cukup terkesan dengan pementasan ketoprak ngabuburit tersebut, tidak terlalu terpaku dengan pakem ketorak, “Terbukti banyak anak-anak muda yang menyaksikan dan terhibur,” kata dia.

Dalam pentas ketoprak ngabuburit ini, semua yang hadir buka puasa bersama secara gratis. Panitia penyelenggara bekerjasasama dengan sejumlah produk untuk menyediakan berbagai makanan dan minuman untuk buka pusasa bersama baik nasi bungus, nasi bok, dan minuman ringan. Beberapa yang terlibat menyediakan menu buka pusa bersama ini adalah Hero Supermarket, Rumah Sekawan Resto, Hotel Eastparc, Jogja Bay dan Mayora.

Selesai buka bersama, malam harinya acara masih berlanjut dengan hiburan musik.

Editor: | dalam: Kota Jogja |
Menarik Juga »