INFORIAL

KISAH TRAGIS
Dagang Tapai ke Semarang, Pria Ini Jalan Kaki dari Boyolali

Pria asal Boyolali menjajakan tapai di kawasan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jateng, Minggu (18/6/2017). (Facebook.com-?Florentina Febrinda Ryan Tika)Pria asal Boyolali menjajakan tapai di kawasan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jateng, Minggu (18/6/2017). (Facebook.com-?Florentina Febrinda Ryan Tika)

Kisah tragis dilakoni pedagang tapai yang berjalan kaki dari Kabupaten Boyolali menuju Kota Semarang.

Semaragpos.com, SEMARANG – Seorang pria pedagang tapai asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) menyita perhatian khalayak dunia maya (netizen) dengan kisah tragisnya yang mencuat di media sosial Facebook. Pria tersebut dikabarkan berjalan kaki dari rumahnya di Kabupaten Boyolali menuju Kota Semarang demi berdagang tapai.

Kabar tersebut kali pertama dipaparkan pengguna akun Facebook ?Florentina Febrinda Ryan Tika? di dinding grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar), Minggu (18/6/2017). Ia menjelaskan bahwa pria yang belum diketahui namanya itu memulai perjalanan dari Kabupaten Boyolali dengan berjalan kaki pada Sabtu (17/6/2017) pagi dan tiba di Kota Semarang pada Minggu (18/6/2017).

Pengguna akun Facebook ?Florentina Febrinda Ryan Tika? mengaku bertemu pria pedagang tapai yang ia anggap mengalami kisah tragis itu di kawasan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. “Lur sedulur bpke Niki sadean tape tak tekok i jare wong Boyolali… Seko Kono Sabtu isuk. Adol tape dipikul mlaku. Lagi tekan kene daerah Tegalsari [Bapak ini berdagang tapai, ia mengaku dari Boyolai. Dari Boyolali sejak Sabtu pagi, berdagang tapai dipikul dan berjalan kaki, ini sudah tiba di Tegalsari],” ungkap pengguna akun Facebook Florentina Febrinda Ryan Tika.

Ia pun mengimbau kepada netizen lain untuk membeli tapai dari pedagang tersebut demi membantu meringakan beban tapai yang harus ia pikul dari Boyolali. “Nek weruh ditumbasi ya lur tapene. Digawe wedang tape yo enak digoreng yo enak dijus yo enak [Jika bertemu tolong tapainya dibeli. Dibuat wedang enak, digoreng enak, dijus juga enak],” imbuhnya.

Kiriman tersebut pun mendapatkan beragam respons dari netizen. Mereka yang mengaku merasa terenyuh mengungkapkan niat mereka untuk membeli tapai dari pria asal Boyolali itu. “Tegalsarine ndi. Cedak omahku… Ta’golekane…. Q yo seneng tape [Tegalsari sebelah mana? Rumah saya dekat Tegalsari. Coba saya cari, saya juga suka tapai],” ungkap pengguna akun Facebook Raja Langit.

Ayo dilarisi dagangane mbah e, ojo ngelarisi mall terus [Ayo beli dagangan tapai pria itu, jangan melarisi dagangan di mal terus],” tulis pengguna akun Facebook Wahyu Adi Saputra.

Netizen yang mengaku kerap membeli tapai dari pria asal Boyolali itu mengungkapkan bahwa rasa tapainya sangat nikmat. Mereka berharap dagangan pria yang dianggap mengalami kisah tragis karena harus berjalan kaki dari Boyolali menuju Semarang itu laris dan cepat habis setiap harinya. Bukan hanya rasa iba yang membuat netizen ingin melarisi dagangan pria itu, namun juga karena rasa nikmat tapai yang sudah diungkapkan beberapa netizen yang mengaku sebagai pelanggan dari pria itu. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Editor: | dalam: Semarang |
Menarik Juga »